PETANI DIHIMBAU JUAL GABAH KE BULOG

Jum`at, 10 Maret 2017 17:10:31 - oleh : dony


CILACAP - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendorong petani agar menjual gabah ke Perum Bulog. Hal ini disampaikan Amran saat melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Wanareja, dengan agenda Panen Raya, Tanam Serentak, dan Serapan Gabah (Sergap) Petani, Jumat (10/3/2017). Acara ini dihadiri oleh Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, Wakil Bupati Cilacap Akhmad Edi Susanto, Direktur SDM Perum Bulog Pusat, Wahyu Suparyono, kepala dan Perwakilan SKPD, Forkopimda, Forkopimcam, Danramil jajaran Kodim 0703/Cilacap, PPL, Gapoktan, dan undangan lain. Menurut dia, petani bisa mendapatkan keuntungan lebih apabila menjual hasil panennya ke Bulog. Sebab Bulog akan membeli gabah petani dengan standar harga yang ditetapkan oleh pemerintah. Dijelaskan, petani tidak akan mengalami kerugian meski harga gabah di pasaran jatuh. Dibandingkan dengan harga jual kepada tengkulak sekitar 3.200 rupiah per kilogram beberapa waktu lalu, petani dapat memperoleh harga yang lebih baik apabila menjual kepada Bulog, yakni sebesar Rp 3.700 per kilogram. Amran menegaskan, Pemerintah senantiasa akan melindungi petani agar tetap untung, sehingga mereka dapat berproduksi kembali. Selain mendorong penjualan gabah ke Bulog, petani juga didorong menjadi peserta Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Ada manfaat yang diperoleh dari kepesertaan ini, sebab dengan premi sebesar Rp 180.000 per hektar, 80 persen disubsidi dari petani, sehingga mereka hanya perlu membayar premi sebesar Rp 36.000 per hektar. Apabila petani mengalami gagal panen akibat serangan hama atau bencana, mereka akan mendapat polis asuransi sebesar 6 juta rupiah per hektar. Sementara itu Perum Bulog mendukung upaya Pemerintah RI melalui Kementerian Pertanian, untuk menyerap gabah petani. Direktur SDM dan Umum Perum Bulog Pusat, Wahyu Suparyono menegaskan, pihaknya siap menyerap gabah dengan kadar air 25 persen. Tujuannya yakni untuk memangkas tengkulak dan spekulan, yang selama ini cenderung memainkaan harga jual gabah di tingkat petani. Dijelaskan, Perum Bulog mendaptakan anggaran dari Pemerintah Pusat sekitar 30 triliun rupiah untuk menyerap gabah petani. Dukungan dalam bentuk lain juga ditegaskan oleh Perum Bulog, di mana pihaknya siap membuka layanan nonstop tanpa libur bagi petani. Selain itu pembayaran dapat dilakukan seketika, setelah beras atau gabah petani di timbang. Saat ini Bulog bersama Kementerian Pertanian RI telah bekerjasama dengan BRI, untuk mempermudah transaksi pembayaran gabah petani selama 7 x 24 jam. Penyerapan gabah petani oleh Bulog, bertujuan untuk mendukung misi Pemerintah Indonesia untuk menghasilkan beras 4 juta ton tahun ini.(don)

versi cetak

Berita Kabupaten Lainnya