ANTISIPASI GANGGUAN KAMTIBMAS, SATPOL PP TINGKATKAN PATROLI

Sabtu, 18 Maret 2017 12:53:59 - oleh : dony


CILACAP - Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Cilacap menggencarkan operasi dan patroli, untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat. Kegiatan ini dilakukan menyusul kabar penganiayaan terhadap seorang anak yang dilakukan oleh orang gila. Kepala Satpol PP Cilacap, Ditiasa Pradita, Jumat (17/3/2017) membenarkan, pihaknya telah mengamankan perempuan psikotik yang diduga melakukan penganiayaan. Berdasarkan keterangan dari pihak kepolisian, pelaku memang membawa senjataa tajam. Akan tetapi belum diketahui apakah benda tersebut sengaja dibawa untuk menusuk orang lain, ataupun membela diri saat keadaannya terdesak. Mengingat pelaku merupakaan psikotik yang sulit teridentifikasi identitasnya, Satpol PP akan membawanya ke Panti Rehabilitasi Sosial. Sedangkan korban saat ini telah mendapatkan penanganan medis, dan dikembalikan kepada orangtuanya karena hanya mengalami luka ringan. Ditiasa menjelaskan, beberapa waktu terakhir, frekuensi patroli ditingkatkan hingga tiga kali sehari. Bahkan pada beberapa kesempatan, patrol dilakukan hingga lima kali sehari. Selain itu Satpol PP Cilacap juga berkoordinasi dengan institusi lain seperti Polres Cilacap dan Dinas Sosial agar upayaa penanganan gangguan kamtibmas lebih komperhensif. Sebelumnya, Bima Sakti (7) tahun, warga RT 01 RW 13 Jalan LE. Martadinata Kelurahan Tambakreja Kecamatan Cilacap Selatan mengalami luka robek pada bagiaan punggung sebelah kiri, akibat ditikam menggunakan sebuah benda yang diduga pisau lipat. Saat ini kasus tersebut telah ditangani oleh Polsek Cilacap selatan, dan petugas masih menyelidikiasal senjata tajam yang digunakan untuk melukai korban. Kapolres Cilacap, AKBP Yudho Hermanto melalui Kasubag Humas AKP Bintoro Wasono menjelaskan, peristiwa ini terjadi saat Bima yang tengah bermain sepatu roda didatangi pelaku untuk meminta makanan. Alih alih memberikan apa yang diminta, Bima dan temannya malah mengejek orang gila tersebut sehingga membuatnya marah. Meski demikian, Bintoro menyangkal bahwa peristiwa ini memiliki keterkaitan dengan isu yang berkembang di media sosial.(don)


Foto : Ilustrasi

versi cetak

Berita Kabupaten Lainnya