48 DESA RAWAN KEKERINGAN

Selasa, 16 Mei 2017 15:39:26 - oleh : dony


CILACAP - Sebanyak 48 desa yang tersebar pada 14 kecamatan di Kabupaten Cilacap, masuk kategori rawan kekeringan. Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Tri Komara Sidhy Wijayanto, beberapa waktu lalu menjelaskan, pemetaan wilayah ini berdasarkan pengalaman kemarau tahun sebelumnya. Terutama tahun 2015, saat Cilacap mengalami kemarau panjang. 14 kecamatan tersebut yakni Kawunganten, Bantarsari, Patimuan, Gandrungmangu, Jerukelgi, Kesugihan, dan Cipari. Kemudian Adipala, Wanareja, Cimanggu, Majenang, Karangpucung, Kedungreja, dan Kampung Laut. Akan tetapi BPBD Cilacap memastikan, jumlah desa yang rawan krisis air bersih selama musim kemarau sudah menurun dibanding sebelumnya. Sebab sebagian wilayah sudah terjangkau layanan PDAM Cilacap, atau mendapatkan bantuan pipanisasi air dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).


Kedepan jaringan serupa akan dibuat di beberapa wilayah lain, sehingga jumlah wilayah rawan kekeringan maupun krisis air bersih semakin berkurang. Tri Komara menambahkan, meski demikian pihaknya tetap menyiapkaan 500 tangki air bersih, untuk mengantisipasi kekeringan di sejumlah wilayah selama musim kemarau. Untuk mendistribusikannyaa, BPBD Cilacap mensiagakan tiga kendaraan pengangkut air. Dua unit digunakan untuk dropping air bersih, dan satu merupakan kendaraan water treatment yang mengangkut air siap minum. Berdasarkan informasi dari BMKG, Kabupaten Cilacap diprediksi akan memasuki musim kemarau pada bulan Juni 2017. Untuk wilayah Cilacap bagian utara dan tengah, musim kemarau diperkirakan terjadi pada dasarian atau 10 hari kedua, antara pertengahan hingga akhir Juni 2017. Sedangkan untuk wilayah Cilacap bagian selatan, awal musim kemarau diperkirakan terjadi pada dasarian ketiga bulan Juni.(don)


Foto : Ilustrasi

versi cetak

Berita Kabupaten Lainnya