CILACAP DIDORONG TERAPKAN KONSEP "SMART CITY"

Jum`at, 19 Mei 2017 14:10:28 - oleh : dony


CILACAP - Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPT-SP) Kabupaten Cilacap, bekerjasama Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Cilacap, berencana untuk membangun jaringan yang dapat diakses oleh masyarakat. Melalui jaringan tersebut, harapannya semua pelayanan dapat dilakukan secara online. Sehingga masyarakat pemohon izin dapat memantau sejauh mana proses perizinan yang diajukan. Kepala DPMPT-SP Cilacap, Budi Santosa beberapa waktu lalu menjelaskan saat ini pihaknya tengah difasilitasi oleh beberapa lembaga seperti BPMD, BKPN, dan KPK, terkait koordinasi, supervisi, dan pencegahan korupsi berbasis elektronik, untuk perizinan terpadu satu pintu (PTSP). Terlebih nantinya Pemerintah Pusat akan mendorong tiap daerah untuk menerapkan konsep “Smart City”, yang mengetengahkan sebuah tatanan kota di mana masyarakat dapat memperoleh informasi secara cepat dan tepat.


Menurut Budi, saat ini banyak kota yang telah menerapkan konsep tersebut. Cilacap sendiri hanya tinggal menunggu waktu untuk menerapkan “Smart City”, karena pelaksanaannya membutuhkan dukungan segenap pihak, termasuk eksekutif dan legislatif. Ada banyak sistem pada OPD, dan masing-masing terintegrasi dengan sistem pada instansi vertikal di atasnya. Dalam konsep “Smart City” semua sistem di tiap OPD dapat disinkronisasi dalam satu sistem besar, sehingga semakin mempermudah akses informasi masyarakat.


Sementara itu Kepala Pusat Penelitian Pengembangan Literasi dan Profesi SDM Informatika, Hedi M. Idris menjelaskan, “Smart City” merupakan konsep impian berbagai kota di Indonesia karena diyakini dapat menyelesaikan sejumlah persoalan, seperti kemacetan, keamanan, perizinan, dan layanan publik lainnya. Beberapa waktu lalu pihaknya bekerjasama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB), untuk memfasilitasi beberapa kabupaten kota dalam mengembangkan “Smart City”. Namun menurut Hedi, penggunaan teknologi dalam kehidupan masyarakat sehari-hari bukan satu-satunya syarat penerapan “Smart City”. Sebab yang tidak kalah penting, pembentukan kota cerdas harus didukung oleh “Smart Society” atau masyarakat cerdas, untuk mengantisipasi terjadinya cultural lag.(don)


Foto : Ilustrasi

versi cetak

Berita Kabupaten Lainnya