DINDAGKOP UKM CILACAP CEKAL EMPAT PRODUK MI INSTAN KOREA

Selasa, 8 Agustus 2017 18:17:54 - oleh : dony

CILACAP - Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Cilacap menemukan produk mie instan asal korea yang diduga mengandung DNA babi. Hal ini terungkap saat Dindagkop UKM Cilacap menggelar operasi pasar, bekerjasama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), beberapa waktu lalu. Produk tersebut yakni mie rasa U Dong dan Kimchi produksi Samyang. Kemudian Shin Ramyun Ramen Black produksi Nongshim, dan Youl Ramen produksi Ottogi. Kepala Dindagkom UKM Cilacap, Dian Arinda Murni, melalui Kepala Bidang Pengembangan Stabilisasi Harga dan Standarisasi, Sugiyono, Selasa (8/8/2017) menjelaskan, produk tersebut dijual bebas di sebuah swalayan Kecamatan Cipari, Cilacap.

"Dari hasil uji laboratorium BPOM produk-produk tersebut positif mengandung DNA babi. Sehingga kami minta pihak swalayan menarik mie instant tersebut, dan membuat surat pernyataan", kata Sugiyono.

Lebih lanjut dijelaskan, Berdasarkan Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 12 Tahun 2016, produk mengandung babi tidak dilarang di Indonesia. Hanya saja produk pangan olahan yang mengadung  bahan yang berasal dari babi harus mencantumkan tanda khusus. Yakni tulisan mengandung babi, dan gambar babi berwarna merah di dalam kotak warna merah di atas warna dasar putih. Adapun pada keempat produk tersebut, tanda khusus ini tidak ditemukan. Atas temuan ini pihaknya akan memperketat pengawasan terhadap produk makanan yang dijual di pasaran.

"Hal-hal yang demikian tentu sangat merugikan masyarakat. Sebab seperti yang kita ketahui mayoritas masyarakat Indonesia merupakan muslim dan hal ini wajib dihormati", imbuhnya.

Sebelumnya BPOM telah menyatakan bahwa keempat produk tersebut mengandung DNA babi dan menarik izin edar importir yang bersangkutan. Adapun operasi pasar di Cilacap, merupakan tindak lanjut atas temuan ioni. Sugiyono menambahkan, pihaknya akan melakukan sosialisasi dengan menyasar para pengelola ritel dan pengusaha minimarket. Beberapa hal yang perlu disampaikan antara lain penempatan produk yang mengandung DNA babi harus terpisah dari produk non babi. Selain itu produk yang dimaksud harus mencantumkan tanda khusus seperti yang telah ditentukan. Tidak hanya itu, DIndagkop Cilacap juga akan melakukan pengawasan terhadap peroduk lain yang dipandang tidak sesuai aturan.(wid/don)

versi cetak

Berita Kabupaten Lainnya