PETANI SAYURAN DIHIMBAU TERAPKAN MANAJEMEN POLA TANAM

Senin, 11 September 2017 14:02:31 - oleh : dony


CILACAP - Para petani sayuran di Kabupaten Cilacap dihimbau untuk menerapkan manajemen pola tanam. Hal ini bermanfaat untuk meminimalisir dampak kerugian yang diakibatkan cuaca, serangan hama, serta menjaga harga jual komoditas. Petugas Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Kesugihan, Nurokhim menjelaskan, anjloknya harga sayuran di bawah standar, salah satunya dipengaruhi oleh kesalahan manajemen ini.


“Stok yang melimpah tanpa diimbangi dengan permintaan masyarakat, tentu akan menyebabkaan harga komoditas ini jatuh”, jelasnya.


Dia mencontohkan, ketika harga cabai melambung tinggi, seluruh masyarakat berupaya menanam cabai agar komoditas ini kembali stabil. Demikian pula ketika kemarau berlangsung, lahan pertanian banyak yang ditanami komoditas palawija, maupun sayuran seperti kangkung darat maupun caisim.


Untuk caisim misalnya, apabila dalam kondisi normal petani dapat menjual seharga Rp 5.000 per ikat, kini sayuran ini hanya dihargai Rp 1.000 per ikat. Akibat harga jualnya yang sangat rendah, banyak pula pedagang yang akhirnya enggan untuk membeli komoditas ini.


“Walaupun sedikit tapi kalau semua petani menanam, jumlahnya sangat banyak. Tapi kalau bisa memprediksi kapan waktu yang tepat saat harga jual tinggi, tentu lebih menguntungkan”, tambahnya.


Lebih lanjut Nurokhim menjelaskan, petani Cilacap sejauh ini masih menerapkan pola konvensional, dalam budidaya sayuran. Padahal melalui penerapan teknologi dan manajemen agribisnis, sektor ini memiliki peluang yang sangat menjanjikan.


Peluang ini juga didukung ketersediaan lahan di Cilacap, yang mencapai ribuan hektar. Di sisi lain, pengembangan bididaya sayuran dan tanaman hortikultura lain tdapat dilakukan pada lahan terbatas, seperti pekarangan rumah.


Sebelumnya harga sejumlah sayuran di beberapa pasar tradisional Cilacap anjlok. Kacang panjang yang biasanya seharga Rp 8.000 per kilogram, kini merosot menjadi Rp 6.000. Demikian juga beberapa bumbu dapur seperti bawang merah yang semula Rp 17.000 kini turun menjadi Rp 15.000 per kilogram.(don)


Foto : Ilustrasi

versi cetak

Berita Kabupaten Lainnya