KEGIATAN FISIK REVITALISASI KALIYASA DIMULAI 2019

Rabu, 13 September 2017 10:10:18 - oleh : dony


CILACAP - Kegiatan fisik revitalisasi Sungai Kaliyasa rencananya akan dimulai pada tahun 2019. Kepala Bidang Sungai dan Pantai pada Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Kabupaten Cilacap, Imam Jauhari menjelaskan, sebelum melangkah pada kegiatan fisik, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak akan mengkaji detail engeneering design (DED) revitalisasi, yang diusulkan Pemkab Cilacap.


“Review ini baru akan dilaksanakan pada 2018, karena tahapan dan proses pengajuan DED ini mencakup banyak aspek”, katanya.


Imam mengungkapkan, pelaksanaan revitalisasi sepenuhnya akan ditangani oleh Pemerintah Pusat melalui BBWS Serayu Opak. Di sisi lain, kontribusi pemerintah daerah juga sangat dibutuhkan, terutama untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Tujuannya agar masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar Sungai Kaliyasa semakin memahami  bahwa revitalisasi sangat dibutuhkan.


“Sebelum fisik berjalan, Pemkab juga berperan serta dalam sosialisasi. Salah satunya dengan membentuk Komunitas Peduli Sungai agar masyarakat ikut menjaga mayor drain dengan tidak membuang sampah sembarangan”, tambahnya.


Selama ini, Kaliyasa menjadi mayor drain yang berfungsi untuk mengurangi genangan air di wilayah perkotaan. Oleh karena itu keberadaannya harus dijaga dan dilestarikan. Adapun langkah revitalisasi dengan pengerukan sedimen, dilakukan agar level mayor drain ini lebih rendah dari seluruh minor drain di wilayah kota. Sehingga saat hujan turun, genangan di wilayah perkotaan dapat  diminimalisir.


“Jangan sampai level drain lebih tinggi dari minor drain, sebab hal ini dapat mengakibatkan genangan”, katanya.


Lebih lanjut Imam menjelaskan, beberapa hal yang menjadi fokus revitalisasi, yakni pembenahan alur sungai sepanjang 14 kilometer dari hulu, hingga hilir yang berada di komplek PPSC Cilacap. Selanjutnya penguatan tanggul sungai, dengan menggunakan sheet pile untuk mencegah erosi bibir sungai. Untuk merealisasikannya, setidaknya dibutuhkan anggaran sekitar Rp 71 miliar, yang dialokasikan dari APBN.(don)


Foto : Ilustrasi

versi cetak

Berita Kabupaten Lainnya