RETRIBUSI PERPANJANGAN IMTA DIPREDIKSI NAIK 100 PERSEN

Kamis, 14 September 2017 13:38:04 - oleh : dony


CILACAP - Retribusi Perpanjangan Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) di Kabupaten Cilacap, tahun ini diprediksi bakal naik 100 persen. Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian Kabupaten Cilacap, Kosasih menjelaskan, potensi kenaikan ini dipicu perluasan PLTU Karangkandri Unit IV. 


“Ada beberapa operator tenaga kerja asing yang akan terlibat dalam proyek ini. Kalau sebelumnya mereka pekerja lintas, kali ini mereka akan menetap selama beberapa waktu di Cilacap”, kata Kosasih, Kamis (14/9/2017).


Pada tahun 2016 ada 48 tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di lingkup lokal Kabupaten Cilacap. Dari jumlah tersebut, hingga saat ini kontribusinya terhadap PAD sebesar Rp 1,2 miliar. Nilai itu merupakan rekapitulasi Retribusi Perpanjangan IMTA selama kurun waktu 2016 – 2017. 


Menurut Kosasih, tahun ini kemungkinan PLTU akan kembali mengajukan perpanjangan IMTA bagi 48 orang TKA tersebut. Sehingga diperkirakan potensi Retribusi IMTA meningkat 100 persen.


“Potensinya naik sekitar 100 persen. Kalau sebelumnya ada 48 orang, kemungkinan tahun ini perusahaan akan mengajukan perpanjangan IMTA untuk 48 orang lagi”, tambahnya.


Retribusi Perpanjangan IMTA telah diatur dalam Perda Kabupaten Cilacap Nomor 1 Tahun 2016. Dalam Perda ini, tarif retribusi untuk tingkat penggunaan jasa perpanjangan IMTA ditetapkan sebesar US$ 100 per orang per bulan. Retribusi ini dibayarkan dengan nilai rupiah, berdasarkan nilai kurs yang berlaku pada saat pembayaran retribusi, oleh wajib retribusi. 


Kosasih menambahkan, hingga Agustus 2017 setidaknya masih ada 208 TKA, yang bekerja di beberapa perusahaan. Namun sebagian besar merupakan pekerja lintas kabupaten kota, sehingga mereka tidak termasuk wajib retribusi.(don)

versi cetak

Berita Kabupaten Lainnya