PWI CILACAP : WARTAWAN BANYUMAS KORBAN ANARKISME OKNUM APARAT

Selasa, 10 Oktober 2017 15:19:53 - oleh : dony


CILACAP - Sejumlah wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cilacap, menggelar aksi damai di halaman Kantor PWI Cilacap, Selasa (10/10/2017). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap empat jurnalis Banyumas, yang menjadi korban tindak kekerasan oknum Satpol PP dan aparat Polres Banyumas. 


Dalam peristiwa ini mereka mengalami kekerasan fisik dan psikis saat meliput demonstrasi di Kantor Bupati Banyumas terkait penolakan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB), Senin (9/10/2017) malam.


Pada aksi solidaritas ini, wartawan dari berbagai media cetak, elektronik, dan online membentangkan sejumlah poster dengan berbagai tulisan. Antara lain “Save Journalist”, “Setop Kekerasan terhadap Wartawan”, “Jurnalis adalah Pewarta bukan Pembawa Petaka”, dan sebagainya. Mereka juga mengumpulkan ID Card dan perangkat kerja, sebagai bentuk aksi protes.


Ketua PWI Cilacap, Mohamad Sobirin menyebut apa yang dilakukan oleh oknum aparat Banyumas sebagai bentuk sikap anarkis. Pihaknya mengutuk keras dan berharap insiden ini tidak terulang lagi.


“Kami mengutuk keras atas apa yang menimpa sejumlah wartawan di Banyumas oleh sikap anarkis aparat. Kalau ada peralatan wartawan yang hilang atau rusak, itu harus dikembalikan”, tegasnya.


Sobirin menghimbau agar peristiwa serupa tidak terulang, mengingat wartawan merupakan mitra kerja bagi banyak pihak, baik aparat maupun pembuat kebijakan. Apabila memang dalam kasus ini ditemukan adanya tindak pelanggaran pidana, pihaknya meminta kasus ini diproses sesuai hukum yang berlaku.


“Kalau kemudian ada kriminalisasi yang melanggar hukum perdata atau pidana, kami mendesak agar ditindaklanjuti. Dengan tujuan ada shock teraphy dan tidak terjadi lagi kekerasan serupa terhadap wartawan di manapun”, tandasnya.(don)

versi cetak

Berita Kabupaten Lainnya