SPM PERSAMPAHAN MASIH RENDAH

Sabtu, 14 Oktober 2017 12:35:10 - oleh : dony


CILACAP - Hingga saat ini standar pelayanan minimal untuk persampahan di Kabupaten Cilacap masih rendah. Hal ini terungkap melalui studi spesifikasi teknis pengembangan RDF oleh Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Gajah Mada. Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cilacap, Kun Nasyiton menerangkan, volume sampah di Kabupaten Cilacap mencapai 153 ton per hari.


“Meski demikian pelayanan persampahan pada DLH Cilacap telah mampu mengangkut 73 ton sampah per hari”, ungkapnya beberapa waktu lalu.


Volume sebesar itu dikumpulkan petugas kebersihan, dengan 29 unit armada pengangkut sampah, yang beroperasi di empat distrik Cilacap. 2 unit armada sampah dimiliki UPT Sidareja, sedangkan 4 unit berada di UPT Kroya. Untuk UPT Majenang memiliki 5 unit armada pengangkut sampah, dan di Kota Cilacap 18 unit. Dijelaskan, untuk mencapai standar pelayanan minimal, Pemkab Cilacap akan menambah armada pengangkut sampah sebanyak 10 unit.


“Penambahan ini bukan hanya karena Cilacap akan segera membangun dan mengoperasikan pabrik RDF, tetapi juga untuk mencapai target pelayanan minimal pada 2019”, katanya.


Kun Nasyiton menambahkan, melalui penambahan 10 unit armada sampah pihaknya optimistis dapat memenuhi pasokan sampah untuk pabrik RDF sebanyak 120 ton per hari. Adapun residu sekitar 30 ton nantinya akan dipilah melalui pronsip 3 R, oleh para pemulung di sekitar TPA Tritih Lor Jeruklegi. Pemkab Cilacap bahkan berencana membentuk paguyuban pemulung, dengan badan usaha berupa koperasi.


“Sebab di sana ada sekitar 100 pemulung, yang menggantungkan hidupnya dari profesi tersebut”, pungkasnya.(don)


Foto : Ilustrasi

versi cetak

Berita Kabupaten Lainnya