TEKAN PENGGUNAAN BAHAN KIMIA BERBAHAYA PEMKAB GELAR RAPAT SKPT

Selasa, 5 Desember 2017 15:38:18 - oleh : tina


CILACAP-Temuan makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya di Cilacap, bukanlah yang pertama kali. Setiap kali melakukan operasi, petugas tim gabungan selalu memukan makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya seperti Rhodamin (pewarna tekstil), Borax, Formalin, dan Metanil Yellow atau pewarna sintetis.

Atas fakta tersebut, Pemerintah Kabupaten Cilacap melalui Dinas Pangan dan Perkebunan Kabupaten Cilacap menggelar Rapat Sistem Keamanan Pangan Terpadu (SKPT) dengan beberapa dinas tetkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Perikanan, Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM, Polres Cilacap, BP2KP Cilacap, Satuan Polisi Pamong Praja, dan Dinas instansi terkait, agar peredaran makanan berbahan kimia berbahaya tidak meluas.

Kepala Dinas Pangan dan Perkebunan Kabupaten Cilacap Susilan saat ditemui seusai memimpin rapat Senin (4/12/2017) di gedung Sumekar Kabupaten Cilacap mengatakan, Rapat Sistem Pangan Terpadu terkait jejaring keamanan pangan ini bertujuan untuk meningkatkan kordinasi dan meningkatkan fungsi dan tugas masing-masing OPD.

“Ini merupakan tugas kita bersama, dan masing masing OPD memiliki peranan penting dalam menentukan kebijakan, sehingga kita menggelar rapat koordinasi untuk menentukan langkah lebih lanjut mengenai peredaran makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya di masyarakat” Ungkap Susilan.

Terkait dengan Sanksi mengenai penggunaan bahan kimia berbahaya pada makanan, pihaknya berencana akan membuat Peraturan Daerah (Perda) terkait dengan keamanan pangan.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap dr. Marwoto menjelaskan pengecekan sampel jajanan anak dilakukan di tiga sekolah yang ada di Cilacap, hasilnya, di SD Gunung Simping 1, dari 22 sampel jajanan dua diantaranya mengandung rhodamin B dan borax pada kerupuk dan sapu tahu.

Pengecekan di SD Tritih Wetan  dengan mengecek sebanyak 16 sampel, satu positif mengandung methanil yellow pada kerupuk. Makanan yang mengandung bahan kimia ini tanpa merek sehingga sulit dilacak.

“kebanyakan jajanan yang dijual itu diluar sekolah, jadi sulit dilacak, kalau makanan yang dijual dikantin sekolah mungkin masih bisa diawasi oleh UKS” Ujar Marwoto pada rakor tim SKPT jejaring keamanan pangan Tingkat Kabupaten.(wid)

versi cetak

Berita Kabupaten Lainnya