ROMO CAROLUS HIMBAU UMAT BERAGAMA TETAP HARMONIS

Senin, 14 Mei 2018 16:23:47 - oleh : dony


CILACAP – Pimpinan Gereja St. Stephanus Cilacap, Romo Carolus menghimbau umat beragama untuk tidak membenci pelaku terorisme. Sebagai insan Tuhan, mereka justru membutuhkan sentuhan cinta kasih lebih besar dibandingkan masyarakat umumnya. Pernyataan tersebut disampaikan Romo Carolus, menanggapi serangan bom Surabaya – Sidoarjo, baru baru ini.


“Kalau kita membenci teroris, itu hanya akan membuat mereka terasing. Apabila kita ingin seseorang menjadi baik, kita harus mengasihinya”, kata Romo Carolus dalam FGD Anti Hoax dan Ujaran Kebencian di Hotel Dafam Cilacap, Senin (14/5/2018).


Dalam pernyataannya, Romo Carolus berpesan agar tindakan oknum tersebut tidak digeneralisir sebagai bentuk sikap agama tertentu. Sebab semua agama mengajarkan agar umatnya saling mengasihi satu sama lain, dan menjunjung tinggi perdamaian. Menurut dia, keberagaman agama dan budaya di Indonesia yang telah terbingkai apik dalam ideologi Pancasila, harus dijaga bersama.


Pada kesempatan yang sama, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Cilacap, Taufik Hidayatullah menegaskan, apa yang dilakukan oleh oknum pelaku bom bunuh diri sama sekali tidak mencerminkan ajaran Islam. Pihaknya juga mengimbau agar pemerintah dan masyarakat mewaspadai sisipan paham radikalisme, baik dalam dunia pendidikan maupun aktivitas keseharian.


“Ini kewaspadaan tingkat tinggi. Saya usul agar dinas terkait memperketat pengawasan dengan melibatkan organisasi Rohis di tiap sekolah, karena kaderisasi mereka (teroris) ada di situ”, tegasnya.


Taufik menambahkan, saat ini Cilacap juga menghadapi situasi Siaga I dengan adanya pemindahan 145 napi terorisme yang terlibat kerusuhan di Rutan Salemba cabang Mako Brimob Depok, beberapa waktu lalu. Oleh karena itu, peran penyuluh agama di tiap kecamatan, penyuluh FKUB, Bhabinkamtibmas, guru dan kepala sekolah untuk mencegah paham radikalisme perlu dioptimalkan.


Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Cilacap, KH. Sahlan Nasir. Menurut dia, pemerintah perlu segera mengesahkan RUU Terorisme. Landasan hukum tersebut diperlukan sebagai payung hukum terhadap pemangku kepentingan yang terlibat dalam upaya pencegahan terorisme dan radikalisme.


“Dengan adanya klasifikasi peran yang jelas, tugas deradikalisasi tidak hanya tertumpu pada BNPT. Sehingga semua pihak terlibat secara proporsional”, ujarnya.(dony/kominfo)

versi cetak

Berita Kabupaten Lainnya