JELANG PILKADA 2018, MASYARAKAT DIMINTA CEGAH BERITA HOAX

Selasa, 15 Mei 2018 11:11:23 - oleh : dony


CILACAP – Masyarakat diminta berperan aktif mencegah persebaran berita palsu (hoax) yang berujung pada ujaran kebencian. Hal tersebut disampaikan Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Cilacap, Drs. M. Wijaya, M.M dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema ‘Peran Masyarakat dalam Menghadapi Pilkada Serentak 2018, di Pendopo Kecamatan Kesugihan, Selasa (15/5/2018).


“Cara paling mudah dilakukan yakni dengan tidak sembarangan share berita atau informasi yang masih diragukan. Cek dulu kebenarannya, kalau perlu konfirmasi pada pihak terkait”, kata Wijaya.


Dijelaskan, persebaran berita hoax berpotensi meningkat seiring momentum Pilkada Serentak 2018. Tujuannya jelas, yakni untuk menjatuhkan elektabilitas salah satu pasangan calon. Oleh karena itu masyarakat harus memperdalam literasi media, dengan mencermati sumber berita dan keberimbangannya. 


“Di era digital, bukan hanya konten teks yang bisa dimanipulasi. Foto dan videopun dapat diedit untuk memprovokasi pembaca. Jika hanya ada satu sumber, pembaca tidak bisa mendapat gambar utuh, maka bisa dipastikan itu hoax”, tambah Wijaya.


Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto, dalam sambutan yang dibacakan Kasat Binmas AKP Agus Subiyanto menjelaskan, FGD diselenggarakan agar masyarakat memahami dan terhindar dari dampak negatif berita hoax. Karena selain dapat menimbulkan kerusuhan, berita hoax dapat mengganggu kondusifitas wilayah dan menurunkan kepercayaan masyarakat pada pemerintah. 


Narasumber lainnya, Kanit III Tindak Pidana Korupsi Satuan Reserse dan Kriminal Polres Cilacap, Iptu Slamet menjelaskan, ancaman hukuman terhadap penyebar berita palsu sangat tegas. Antara lain UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan perubahannya pada UU Nomor 19 tahun 2016, dan PKPU Nomor 4 tahun 2017 tentang Kampanye Pilkada.


“Karakteristik hoax antara lain bombastis dan dilebih lebihkan. Bisa juga peristiwa lama dimuat kembali. Untuk itu masyarakat harus peka terhadap perkembangan informasi, dengan referensi media terpercaya”, kata Iptu Slamet.


FGD dihadiri perwakilan pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan sejumlah tamu undangan dari wilayah Kecamatan Kesugihan. Camat Kesugihan, Bambang Wijoseno dalam sambutannya berharap, kegiatan ini semakin menambah pengetahuan masyarakat. Terutama dalam literasi media untuk mewujudkan Pilkada bermartabat.(dony/kominfo)


Foto : Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kab. Cilacap, Drs. M. Wijaya, M.M tekankan pentingnya literasi media untuk mengantisipasi persebaran berita hoax yang berujung pada ujaran kebencian jelang Pilkada Serentak 2018.

versi cetak

Berita Kabupaten Lainnya