OPD Diminta Optimalkan Percepatan Pelaksanaan Kegiatan

Jum`at, 23 Agustus 2019 14:33:33 - oleh : dony


CILACAP – Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap Farid Ma’ruf mendorong tiap OPD dalam percepatan kegiatan. Sebab hingga akhir Juli 2019, realisasi pelaksanaan APBD baru 36,70 %, lebih rendah 16,10 % dari target yang ditetapkan, dan lebih rendah 15,86 % dibanding periode yang sama pada 2018.


Hal ini diungkapkan Farid dalam Rakor Pengendalian Operasional Kegiatan APBD Kabupaten Cilacap sampai dengan Triwulan II TA 2019, di ruang Jalabumi Setda Cilacap. Rapat dipandu Asisten Ekonomi dan Pembangunan Wasi Ariyadi, dan dihadiri pejabat Setda, kepala serta perwakilan OPD serta camat jajaran.


Dalam struktur APBD Kabupaten Cilacap TA 2019, pendapatan daerah sebesar Rp 3.182.182.705.300. Rinciannya PAD sebesar Rp 500.332.718.300, dana perimbangan Rp 1,980.518.348.000 dan lain lain pendapatan daerah yang sah Rp 701.331.639.000.


Sedangkan belanja daerah Rp 3.352.054.959.317, yang terbagi dalam belanja tidak langsung Rp 1.842.113.153.222 dan belanja langsung Rp 1.509.941.806.095. Dari selisih tersebut masih terdapat defisit anggaran Rp 169.872.254.017.


“Rata rata realisasi fisik seluruh OPD sampai dengan Juli 2019 sebesar 36,70 %. Sebagai perbandingan, periode yang sama pada 2018 pencapaiannya sudah 52,56 %”, kata Farid.


Demikian pula dengan realisasi fisik pelaksanaan kegiatan dan serapan APBD pada 24 kecamatan, semester ini baru mencapai 51,13 %, lebih rendang dibanding periode yang sama tahun 2018 sebesar 53,18 %. Sedangkan realisasi fisik pada 10 bagian Sekretariat Daerah rata rata sebesar 48,30 %.


Berdasarkan rekap tersebut, rata rata serapan anggaran seluruh OPD sampai akhir Juli 2019 mencapai 26,14 %, lebih rendah 5,55% dibandingkan realisasi penyerapan sampai dengan akhir Juli 2018. Meski demikian ada 25 dinas/badan/Setda dan 19 kecamatan yang realisasinya lebih tinggi dibandingkan rata rata.


Adapun untuk bantuan keuangan dari Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Cilacap mendapatkan alokasi sebesar Rp 24,7 milyar. Rinciannya untuk sarpras sebesar Rp 23 milyar (92,96 %), non fisik Rp 1,015 milyar (4,10 %), dan bantuan pendidikan Rp Rp 725,8 juta (2,93 %).


Bankeu tersebut dikelola 6 OPD yakni Dispermades, Bappelitbangda, DPUPR, Dinas Kesehatan, Dinas PSDA, dan Dinas P dan K, dengan dana pendamping  dari APBD Kabupaten Cilacap sebesar Rp 1,5 milyar. Realisasi pelaksanaannya kegiatan Bankeu tersebut hingga kini tercatat baru 13,81 %.


“Sedangkan kegiatan anggaran DAK fisik termin I sudah masuk ke BKPPD Kabupaten Cilacap sebesar Rp 30,746 milyar untuk 10 bidang dan sudah disalurkan ke 13 OPD. Masih ada beberapa kegiatan DAK yang realisasinya 0 %”, tambahnya.


Untuk itu OPD yang realisasinya masih rendah atau belum sesuai dengan  target, diharapkan dapat segera melakukan percepatan baik pelaksanaan kegiatan maupun penyerapan anggaran. Juga untuk kegiatan fisik yang SPK-nya sudah terbit, sehingga apabila sudah memasuki musim hujan diharapkan pekerjaan sudah selesai.(dn/kominfo)


Foto : Sekda Cilacap Farid Maruf (tengah) meminta OPD lakukan percepatan kegiatan dan serapan anggaran APBD TA 2019.

versi cetak

Berita Kabupaten Lainnya