Kecamatan Kesugihan dan Adipala Terintegrasi Kawasan Siaga Bencana

Sabtu, 16 November 2019 15:07:50 - oleh : dony


CILACAP – Kabupaten Cilacap merupakan salah satu wilayah dengan potensi dan kerawanan bencana tertinggi di Jawa Tengah. Oleh karena itu sejumlah desa di wilayah ini, terutama yang berada di kawasan pesisir, dikembangkan sebagai Desa Tangguh Bencana.


Namun melalui program yang digagas Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Republik Indonesia, desa siaga bencana yang berada di dua kecamatan yakni Kesugihan dan Adipala, akan dikembangkan dalam sebuah Kawasan Siaga Bencana (KSB).


Pengembangan KSB ini mencakup 7 kecamatan di wilayah Kabupaten Pangandaran, Cilacap, dan Kebumen. Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos), Harry Hikmat dalam Rakor Kawasan Siaga Bencana di wilayah Pantai Selatan Pulau Jawa, yang digelar di Hotel Dafam Cilacap, Sabtu (16/11/2019).


“Kita paham bahwa dari hasil riset bahwa ada potensi bencana yang membutuhkan antisipasi sejak dini, terutama kawasan-kawasan yang masuk dalam ring of fire”, kata Harry.


Disebutkan, pengembangan KSB telah dilaksanakan sejak tahun 2010. Sejak dimulai dengan pemetaan Kampung Rawan Bencana, saat ini cakupan wilayah tersebut akan diperluas menjadi Kawasan Siaga Bencana. Pihaknya menghimbau, pemerintah daerah turut memberi dukungan dengan mengalokasikan anggaran penanggulangan bencana.


Terkait pelaksanaan KSB dan Tagana Masuk Sekolah di Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Kebumen, Jawa tengah serta Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Harry berharap ada sinkronisasi ide agar program ini terlaksana dengan baik. 


“Kegiatan ini akan kita implementasikan secara simultan pada tangga 18 sampai 20 November 2019 di 6 titik pada 3 Kabupaten tersebut”, jelasnya.


Sementara itu, Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Cilacap, Taryo, S.Sos.,M.Si menjelaskan Kecamatan Kesugihan dan Adipala dipilih sebagai spot pengembangan KSB yang terintegrasi dengan Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, dan Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.


“Pembentukannya diharapkan tidak hanya mencakup 7 kecamatan itu saja, tetapi juga seluruh wilayah yang berada di pesisir pantai dapat dibentuk menjadi KSB”, kata Taryo.


Pencanangan dan Simulasi model Kawasan Siaga Bencana diharapkan dapat diimplementasikan sebagai strategi percepatan penanggulangan bencana berbasis masyarakat. Sebab kepedulian masyarakat dalam penanggulangan bencana, sangat mempengaruhi akselerasi penanggulangan bencana.(dn/kominfo)


Foto : Dirjen Linjamsos Kementerian Sosial RI, Harry Hikmat mendorong peran pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat dalam penanggulangan bencana.

versi cetak

Berita Kabupaten Lainnya