BPS Kabupaten Cilacap Gelar Rakor Sensus Penduduk 2020

Jum`at, 27 Desember 2019 13:49:31 - oleh : dony


CILACAP – Tahun 2020 akan menjadi sejarah baru dalam proses cacah jiwa penduduk Indonesia. Sebab untuk pertama kalinya Badan Pusat Statistik (BPS) akan menerapkan metode kombinasi yakni secara online dan mandiri melalui situs sensus BPS, serta metode tradisional.


Perubahan mendasar dalam Sensus Penduduk 2020 adalah multiple data collection. Di mana BPS akan melakukan pendataan dengan melibatkan masyarakat untuk memberikan informasi secara aktif. Artinya masyarakat dapat menginput data secara mandiri melalui laman sensus.bps.go.id/.


Hal itu disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Cilacap, Toto Desanto, dalam Rapat Koordinasi Sensus Penduduk 2020, di Fave Hotel Cilacap, Jumat (27/12/2019). Rakor diikuti anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) BPS dan PKK Kabupaten Cilacap.


Untuk sensus online akan berbasis Nomor KTP dan Kartu Keluarga, dan dapat dilakukan secara mandiri baik menggunakan ponsel pintar, tablet, maupun komputer desktop. Sedangkan untuk metode tradisional dilakukan pada daerah-daerah yang belum terjangkau sinyal telekomunikasi.


“BPS dan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri berkolaborasi untuk mewujudkan satu data kependudukan. Artinya pihak Disdukcapil menyiapkan data dasar yang akan dipakai BPS untuk melaksanakan Sensus Penduduk 2020”, kata Toto.


Toto menambahkan, pihaknya sengaja melibatkan Dharma Wanita dan PKK Kabupaten Cilacap dalam sosialisasi ini. Sebab organisasi wanita tersebut memiliki jaringan yang luas dan cakupan yang tinggi hingga tingkat keluarga. Diharapkan partisipasi aktif ini dapat mendukung kesuksesan pelaksanaan Sensus Penduduk 2020.


Sementara itu Ketua TP PKK Kabupaten Cilacap, yang diwakili Wakil Ketua Pokja III Sri Pujiastuti Muchsin berharap, kerjasama antara BPS dan Disdukcapil Kabupaten Cilacap juga atas dukungan peran serta DWP BPS dan TP PKK Kabupaten Cilacap saling menguntungkan.


“Sehingga diperoleh update satu data kependudukan dan memberikan kualitas data kependudukan yang lebih baik. Yakni data jumlah kependudukan secara de jure menurut KTP dan secara de facto menurut tempat tinggal”, jelasnya.


Ketua Penyelenggara Rakor Sensus Penduduk 2020, Lulu Lestari menjelaskan, Sensus Penduduk 2020 merupakan agenda besar yang dilakukan BPS. Tujuannya menyediakan data jumnlah, komposisi, distribusi, dan karakteristik penduduk Indonesia menuju satu data kependudukan Indonesia.


SP 2020 merupakan sensus penduduk ke – 7 dari pelaksanaannya yang merupakan transisi menuju sensus penduduk berbasis data registrasi sesuai apa yang direkomendasikan PBB. Salah satu tahapan SP 2020 adalah pelaksanaan sensus online yang dilaksanakan pada 15 Februari sampai 31 Maret 2020.


“Pelaksanaannya harus didukung peran aktif masyarakat, sehingga BPS berusaha menggandeng lapisan masyarakat khususnya kaum ibu untuk dapat menerangkan, mensosialisasikan, dan menghimbau, baik kepada keluarga maupun lingkungan sekitar dalam pelaksanaan SP 2020”, jelasnya.


Dalam sosialisasi ini, peserta mendapatkan paparan materi dari Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kabupaten Cilacap, Hartono, dan Ketua DWP BPS Kabupaten Cilacap, Sri Sulistiawati, dan dilengkapi sesi tanya jawab.(dn/kominfo)


Foto : Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kabupaten Cilacap, Hartono menyampaikan materi terkait satu data kependudukan yang ingin dicapai melalui SP 2020.

versi cetak

Berita Kabupaten Lainnya