ANTISIPASI TSUNAMI, PMI CILACAP GELAR SIMULASI
CILACAP - Sebagai perkenalan serta pengatahuan bagaimana jika datang bencana gempa bumi dan berpotensi tsunami, PMI Kabupaten Cilacap bekerjasama dengan German Red Cross mengadakan simulasi penanganan bencana tsunami di Desa Widarapayung Wetan Kecamatan Binagun akhir pecan lalu.
Sekretaris PMI Kabupaten Cilacap, Drs. Andi Susilo, MM mengatakan, selain menggambarkan suasana penanganan saat bencana, dalam simulasi tersebut juga digambarkan penanganan pascabencana, antara lain pemulihan psikologis dan rehabilitasi.
Menurut Andi, kegiatan ini merupakan rangkaian dari kerja sama PMI Cabang Cilacap dengan German Red Cross yang dimulai sejak November 2008 hingga November 2009 dalam upaya membentuk Sekolah Siaga Bencana (SSB).
Ia menambahkan, alasan dipilihnya Desa Widarapayung yang dekat dengan pantai lokasinya adalah selain pernah menjadi keganasan tsunami tahun 2006, secara umum wilayah pantai Selatan di Cilacap merupakan salah satu wilayah yang sering terjadi gempa dan berpotensi tsunami.
Sementara itu perwakilan GRC untuk Indonesia, Lars Mooler yang ikut hadir pada program simulasi tersebut menyatakan, meskipun kerjasama dengan GRC telah berakhir namun diharapkan, PMI dapat terus mensosialisasikan program SSB dan program lainnya.
Yang diharapkan dari hasil kerjasama antara PMI dan GRC menurut Lars Mooler adalah adanya penanganan bencana alam terhadap korban bencana dapat akurat dan efisien baik saat maupun setelah bencana.
Selain itu juga yang tak kalah penting adalah transparansi dan akuntabilitas serta pertanggungjawaban penggunaan dana atau bantuan maupun distribusi bantuan kepada para korban.
Untuk skenario simulasi dimulai dengan gempa hebat yang disusul bunyi sirine dan kentongan tanda bahaya yang mengejutkan warga desa yang tengah menjalankan aktivitas sehar-hari.
Mereka tampak panik dan berlarian keluar rumah mencari tempat yang dianggap aman.
Secara bersamaan, gempa hebat juga menimbulkan kepanikan luar biasa para siswa yang tengah mengikuti kegiatan belajar mengajar di SMP Negeri 1 Binangun.
Sambil berteriak dan tangan diatas kepala, mereka pun berhamburan keluar ruang kelas menuju halaman sekolah yang juga diikuti sekitar 200 warga sekitar.
Tampak sejumlah ibu-ibu yang menggendong anak balita serta tangis histeris, menambah suasana semakin memilukan.
Belum sempat tenang, gempa susulan kembali dirasakan dan hal ini semakin membuat ketakutan warga dan siswa yang berada di halaman sekolah tersebut.
Mengetahui bahaya tsunami bakal datang, dengan dibantu para relawan PMI dan Satuan Siaga Bencana, mereka dievakuasi ke tempat pengungsian yang tidak terjangkau air laut.
Di tempat pengungsian, warga dan siswa yang masih diliputi ketakutan berusaha ditenangkan para relawan.
Sementara korban yang mengalami luka-luka langsung diberi pertolongan.(ng-humas)
Berita Kabupaten Lainnya
Arsip dari 'Berita Kabupaten' selengkapnya
Tamu web: 37139
Bln Feb: 5922
Hari ini: 395