Satpol PP Dorong Revisi Perda K3

Selasa, 5 November 2019 15:54:52 - oleh : arin


CILACAP - Maraknya aktifitas Pengemis Gelandangan dan Orang Terlantar atau PGOT dan pengamen, khususnya disejumlah kawasan Kabupaten Cilacap, menjadi pekerjaan rumah tersendiri untuk petugas Satpol PP. Sebab meskipun telah dilakukan berbagai upaya penindakan dan penegakan peraturan, belum mampu memberikan efek jera kepada PGOT maupun pengamen.


Bahkan diantaranya ada yang nekat membandel dengan melakukan pelanggaran ketertiban kebersihan dan keindahan K3. Seperti yang seringkali terpantau di sekitaran lampu merah perempatan Blumun Cilacap.


Oleh karenanya Satpol PP Cilacap berencana untuk memperkuat Perda tentang K3 yang selama ini dinilai masih lemah dan belum mampu memberikan efek jera untuk pelanggarnya.


Kasatpol PP Cilacap, Yuliaman Sutrisno Selasa(5/11) mengatakan, nantinya perda K3 bakal direvisi bersama Komisi A DPRD maupun lintas sektoral dengan menggunakan mekanisme yang berlaku. Isinya meliputi pelarangan pemberian dalam dalam bentuk apapun kepada PGOT maupun pengamen di kawasan tertib. Jika dilanggar, katanya akan ada sanksi tegas berupa administratif hingga ancaman kurungan penjara untuk pemberi maupun PGOT dan pengamen.


Revisi perda K3 tersebut dinilai cukup penting. Sebab katanya sejak dibuat tahun 2006, masih belum dapat dioptimalkan.


Yuliaman menegaskan,revisi tersebut bakal didorong secepatnya. Kemudian persoalan mengenai ancaman kurungan penjara bagi pemberi dan penerima, katanya dianggap menjadi salah satu cara paling ampuh untuk menekan jumlah pelanggaran K3 di Cilacap.Selain itu para pemberi juga diharapkan dpaat memahami peraturan yang berlaku dengan menyumbangkan rejekinya ke badan resmi. Meliputi Baznas maupun Lazis dan lembaga zakat sodakoh lainnya.(arin/gruh)


 

versi cetak

Berita Kabupaten Lainnya