5.854 Nakes di Cilacap Mulai Divaksin Covid-19
Wakil Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman menerima vaksin Covid-19 di RSUD Cilacap, Senin (25/1/2021). Vaksinasi ini merupakan simbolis yang pada tahap pertama akan diprioritaskan kepada tenaga kesehatan.

5.854 Nakes di Cilacap Mulai Divaksin Covid-19

CILACAP – Sebanyak 5.854 tenaga Kesehatan atau nakes yang bertugas di RSUD Cilacap, RSUD Majenang, Puskesmas, Puskesmas pembantu, serta sejumlah layanan kesehatan lainnya mulai divaksin Covid-19 pada Senin (25/1/2021).

Vaksin yang diberikan yakni jenis Sinovac, dimana tiap penerima akan menerima sebanyak 2 dosis (0,5 ml/dosis). Satu dosis akan diberikan pada saat pencanangan, sedangkan dosis selanjutnya akan diberikan pada jangka waktu 14 hari setelah vaksin pertama, atau 8 Februari 2021.

Vaksinasi Nakes Jadi Prioritas

Vaksinasi nakes yang menjadi prioritas utama percepatan vaksinasi Covid-19 ini dibuka Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji. Sedangkan pencanangan ditandai dengan vaksinasi kepada Wakil Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, dan pimpinan Forkopimda Kabupaten Cilacap di Aula RSUD Cilacap.

Acara tersebut juga dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Cilacap Teti Rohatiningsih. Selain Wakil Bupati, beberapa pimpinan Forkopimda yang divaksin yakni Kapolres Cilacap AKBP Leganek Mawardi, Danlanal Cilacap Letkol Laut (P) Bambang Marwoto, Ketua DPRD Cilacap Taufik Nurhidayat, Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap Farid Ma’ruf, dan Kepala Dinas Kesehatan dr. Pramesti Griana Dewi.

Dalam pencanangan vaksinasi ini, Tim Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap telah menyiapkan alur pelayanan. Para calon penerima vaksin didata di meja pendaftaran dan menjalani pemeriksaan tekanan darah. Apabila memenuhi syarat, yang bersangkutan dapat divaksin dan menerima kartu vaksinasi Covid-19.

Vaksin Nakes Sekda Cilacap
Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap, Drs. Farid Ma’ruf, ST.MM menunjukkan Kartu Vaksinasi Covid-19 usai menjalani vaksinasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, dr. Pramesti Griana Dewi menjelaskan, vaksinasi nakes ini merupakan tahap pertama dari seluruh kelompok sasaran. Setelah tenaga kesehatan , kelompok lain yang akan divaksin yakni pelayan publik sebanyak 42.106 orang.

Masyarakat rentan berdasarkan risiko paparan dan usianya sebanyak 598.668 orang, masyarakat umum sebanyak 262.664 orang, dan masyarakat rentan lainnya sebanyak 216.838 orang. Sehingga total keseluruhan masyarakat penerima vaksin di Kabupaten Cilacap sebanyak 1.146.132 orang.

“Vaksinasi tahap I dijadwalkan selama empat hari mulai Senin 25 Januari hingga Kamis 28 Januari 2021”, kata Pramesti.

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji menjelaskan, vaksinasi menjadi bagian penting dalam percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Cilacap. Namun disayangkan, banyak berita hoax yang beredar  sehingga dikhawatirkan menghambat proses vaksinasi.

“Banyak berita hoax, ini yang membuat masyarakat takut divaksinasi. Kalau kita belajar, dulu ada malaria, TBC, flu Spanyol dan lainnya, sampai hari ini vaksin vaksin tersebut masih dibutuhkan kita. Sehingga nantinya vaksin (Covid-19) ini akan dibutuhkan kita semua”, jelas Bupati.

Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap, Farid Ma’ruf menjelaskan, pengadaan vaksin Covid-19 yang dibebankan kepada APBD merupakan amanat Menteri Keuangan yang harus dilaksanakan. Meski demikian, hal tersebut dipastikan tidak berdampak signifikan terhadap keuangan daerah.

“Karena ini mendadak sehingga nanti ada refocusing tapi untuk hal hal yang bukan prioritas. Karena amanat Menteri Keuangan 4 persen dari DAU. Kurang lebih Rp 40 – 50 milyar”, kata Sekda.(dn/kominfo)

Dony R Bintoro

DISKOMINFO REPORTER TEAM