You are currently viewing Akselerasi Capaian Pendidikan Cilacap, Pemkab Kerja Sama dengan Tanoto Foundation

Akselerasi Capaian Pendidikan Cilacap, Pemkab Kerja Sama dengan Tanoto Foundation

Cilacap – Komitmen Kabupaten Cilacap untuk melakukan akselerasi peningkatan kualitas pendidikan dasar di penghujung tahun 2019 ditandai dengan menjalin kemitraan dengan organisasi Filantropi Tanoto Foundation. Kemitraan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar di Cilacap. Bagi Tanoto Foundation Kemitraan dengan Cilacap ditahun 2019, menandai satu dari 6 kabupaten baru di Indonesia yang bekerja sama dengan Tanoto Foundation menyusul 14 kabupaten dan 10 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) ditahun 2018.

Kerja sama tersebut dikemas dalam program Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran atau disingkat dengan PINTAR. Kolaborasi kemitraan ini diawali dengan MoU yang telah ditandatangani oleh Bupati Tatto Suwarto Pamuji dan pihak Tanoto Foundation sebelumnya untuk kemudian disosialisasikan dalam bentuk programnya pada Senin, di ruang Jalabumi Pemkab Cilacap (16/12).

“Program PINTAR merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan pengetahuan dan kualitas para pemangku kepentingan pendidikan di Cilacap, termasuk sekolah dan siswa. Program ini merupakan salah satu program pemerintah yang bekerjasama dengan yayasan Bhakti Tanoto dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ungkap Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah Cilacap, Drs. Dian Setyabudi, MM membacakan sambutan Bupati Cilacap.

Bupati menyampaikan bahwa APBD Pemkab Cilacap cukup besar namun juga terbatas. Kalau untuk mengurusi semua hal di Cilacap perlu dukungan dari banyak pihak. Sehingga Pemkab terus menjalin kerja sama dengan pihak yang peduli terhadap pendidikan. Salah satunya adalah Tanoto Foundation. Maka Bupati berpesan untuk semaksimal mungkin para pendidik memanfaatkan momen kerjasama untuk berkolaborasi dan membuat contoh baik dalam pengelolaan pendidikan yang terbaik sesuai dengan konteks Cilacap. Setelah membangun selanjutnya menyebarluaskannya.

“Program PINTAR ini akan menjadi stimulan, menjadi daya ungkit bagi para stakeholder dalam berinovasi dan meningkatkan kualitas pendidikan. Bagaimana mengelola pendidikan secara baik dan bermutu. Bagaimana meningkatkan kemampuan dari pendidikan kita. Dari Tanoto Foundation akan membentuk fasilitator daerah. Fasda-fasda akan melatih, mendampingi dan menularkan, sehingga guru-guru akan setara dengan Fasda dan meningkat serta imbasnya adalah anak-anak kita menjadi pintar. Semoga lama berada di Cilacap. Sehingga banyak guru dan sekolah yang mendapat fasilitas pelatihan sampai 2021 dan diperpanjang lagi,” harap Drs. Dian Setyabudi, MM memberikan arahan.

Koordinator Tanoto Foundation Jawa Tengah Dr. Nurkolis MM dalam sambutannya menyampaikan bahwa dalam program PINTAR banyak hal menarik yang diangkat sebagai bagian dari mendukung program pemerintah pusat maupun daerah. Misalkan saja tentang Merdeka Belajar yang digagas oleh Menteri Pendidikan baru-baru ini. Tiga dari 4 kebijakan telah dilakukan sebagai esensi perubahan kebijakan.

“Khusus untuk Program PINTAR, Tanoto Foundation akan melatih dan mendorong kepala sekolah, guru, pengawas, komite sekolah, dan dosen LPTK mitra meningkatkan kualitas pembelajaran, manajemen berbasis sekolah, dan budaya baca. Kita juga akan mendorong pengaktifan Kelompok Kerja Guru (KKG), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dan lingkungan masyarakat di sekolah agar peduli pada pendidikan,” ungkap Doktor Manajemen ini.

Nurkolis juga mengungkapkan untuk menjamin keselarasan program PINTAR dengan kebijakan dan prioritas pemerintah, Tanoto Foundation bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dan juga pemerintah daerah tingkat provinsi, kabupaten dan kota. Strategi peningkatan mutu pendidikan dasar tersebut dilakukan dengan mengembangkan praktik-praktik baik dalam pembelajaran, manajemen sekolah, dan kepemimpinan di sekolah dan madrasah mitra. Kemudian mendukung pemerintah daerah untuk mendiseminasikan praktik yang sudah dikembangkan ke sekolah dan madrasah nonmitra, dan meningkatkan mutu pendidikan calon guru di LPTK.

Nurkolis menjelaskan bahwa selain program PINTAR di Tanoto Foundation juga ada Siapkan Generasi Anak Berprestasi (SIGAP) dan Transformasi Edukasi untuk melahirkan Pemimpin Masa Depan (TELADAN) yang kesemuanya mendorong untuk pendidikan berkualitas. Karena Tanoto Foundation percaya bahwa pendidikan berkualitas mempercepat kesetaraan peluang.

Kegiatan sosialisasi program PINTAR tersebut dibuka oleh Asisten Pemerintahan Sekda Cilacap Drs. Dian Setyabudi, MM dan dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Cilacap Drs. Budi Santosa, M.Si., Kepala Kantor Kemenag Cilacap Imam Tobroni, perwakilan 27 sekolah mitra dari Kecamatan Jeruklegi dan Kesugihan baik dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan maupun Kementerian Agama, 32 Fasilitator Daerah dari Kabupaten Cilacap yang telah terpilih dan Sekretariat daerah, pengawas serta organisasi pendidikan berjumlah 130 orang.

Sebelum kegiatan sosialisasi ini, telah dilatih fasilitator terpilih dalam training of trainer di Semarang. Telah dilakukan juga kunjungan ke kabupaten mitra kohor 1 di Kendal. Selanjutnya akan dilaksanakan pelatihan dan pendampingan di tingkat kabupaten serta unjuk karya sekolah mitra diakhir siklus pendampingan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap, Drs. Budi Santosa, M.Si, dalam sambutan awal menyampaikan terima kasih karena Tanoto Foundation telah memberikan kesempatan untuk bereksplorasi dan bisa berkolaborasi berdampingan dengan Dinas Pendidikan dan Kemenag Cilacap.

“Best praktis ini mari kita jaga, APBD kita terbatas. Ini salah satu bentuk kemitraan dan tanggung jawab dari swasta. Peran swasta pada kualitas pendidikan Indonesia. Mari kita menjadi bagian untuk menumbuhkembangkan dan menjadi bagian dari perubahan kualitas pendidikan ini di Cilacap. Sehingga suatu saat kita akan bangga dengan kualitas di Indonesia,” pesannya.(Arin/Guruh)

[pvcp_1]

Leave a Reply