Diterjang Angin Kencang, Puluhan Rumah di Wanareja dan Dayaeuhluhur Rusak
Angin kencang yang terjadi di Kecamatan Wanareja dan Dayaeuhluhur, Sabtu (10/4/2021) merusak puluhan rumah warga.

Diterjang Angin Kencang, Puluhan Rumah di Wanareja dan Dayaeuhluhur Rusak

CILACAP – Puluhan rumah di Kecamatan Wanareja dan Dayaeuhluhur mengalami kerusakan akibat hujan deras disertai angin kencang, Sabtu (10/4/2021). Satu rumah di Desa Matenggeng bahkan dilaporkan mengalami rusak berat. Tidak hanya rumah, sejumlah pepohonan pun tumbang akibat angin kencang.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Tri Komara Sidhy Wijayanto merinci, di Kecamatan Wanareja ada empat bangunan yang mengalami kerusakan. Yakni 3 rumah di Desa Malabar dengan taksiran kerugian Rp 5,5 juta, dan 1 mushala di Desa Majingklak dengan taksiran kerugian Rp 2,5 juta.

Sedangkan di Kecamatan Dayaeuhluhur ada 42 bangunan yang mengalami kerusakan. Yakni di Desa Panulisan Barat, ada 7 bangunan rusak sedang dan 17 unit rusak ringan dengan taksiran kerugian Rp 125,5 juta. Di Desa Matenggeng, 1 unit rumah rusak berat dengan taksiran kerugian Rp 7 juta.

Di Desa Dayaeuhluhur, 1 unit rumah dilaporkan rusak sedang dan 16 unit rumah rusak ringan dengan taksiran kerugian sekitar Rp 49,5 juta. BPBD Cilacap, kata Tri Komara melalui UPT setempat telah meninjau lokasi kejadian dan melakukan assessment bersama Forkopimcam dan pihak terkait.

Upaya lainnya yakni melakukan operasi tanggap darurat dan koordinasi bersama relawan untuk penanganan darurat dan kerja bakti. Selanjutnya mendata dan menginventarisir kerusakan dan kerugian akibat bencana angin kencang. “Kami juga melakukan evakuasi pohon yang tumbang serta rumah yang rusak”, jelasnya.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Cilacap sebelumnya memprakirakan potensi cuaca buruk berupa hujan lebat disertai petir dan angin kencang pada Sabtu (10/4/2021). Analis Cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung, Rendi Krisnawan menjelaskan, hal ini sebagai dampak tidak langsung dari Siklon Tropis Seroja dan Siklon Tropis Odette.

“Bibit siklon 90S yang sejak 2 April 2021 muncul bersamaan dengan bibit siklon cikal bakal siklon tropis Seroja, pada Jumat (9/4/2021) pukul 07.00 WIB telah tumbuh menjadi siklon tropis Odette,” ujarnya.

Menurut Rendi, siklon tropis Odette berada pada posisi 14,2 LS  dan 107,7 BT atau sekitar 780 Km selatan- barat daya Cilacap, di Samudra Hindia. Pada pusat sirkulasi siklon tropis Odette kecepatan angin maksimum mencapai 45 knot atau sekitar 80 Km/jam dan tekanan udara di pusat sirkulasinya adalah 990 hPa.(dn/kominfo)

 

Dony R Bintoro

DISKOMINFO REPORTER TEAM