You are currently viewing Angka Kematian Ibu dan Bayi Di Kabupaten Cilacap Masih TInggi

Angka Kematian Ibu dan Bayi Di Kabupaten Cilacap Masih TInggi

CILACAP – Angka kasus kematian ibu-AKI  dan Angka Kematian Bayi-AKB  di Kabupaten Cilacap hingga saat ini dinilai masih cukup tinggi. Beberapa hal  menjadi faktor penyebabnya  antara lain  hipertensi, pendarahan pada masa ibu hamil, dan faktor bayi dengan berat lahir rendah atau BBLR, serta Asfiksia pada bayi.

Asfiksia adalah kondisi saat bayi tidak memperoleh pasokan oksigen, baik pada sebelum, selama, atau setelah proses persalinan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap  dr.Pramesty Giriana Dewi melalui  Seksi Kesehatan keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap -Endah Puspitowati,SKM.M.Kes pada Pertemuan Konvergensi Lintas Program dan Lintas Sektoral dalam upaya Percepatan Penurunan Angka  Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi  di Kabupaten Cilacap Kamis (19 /11) di Aula Dinas Kesehatan setempat mengatakan, untuk angka kematian Ibu atau AKI pada periode tahun 2019 ada sebanyak 15 kasus. Sedangkan jumlah kematian bayi atau AKB mencapai 155 kasus.

“Sementara untuk target maksimal dari RPJMD Kabupaten Cilacap, angka kematian untuk ibu hamil 19 kasus dan AKB 139 kasus,” imbuhnya.

Berdasarkan data tersebut, lanjut Endah, AKB dan AKI di Kabupaten Cilacap dinilai sudah dibawah target nasional. Akan tetapi jika dilihat angka perkasusnya, dia mengakui bahwa jumlahnya masih cukup banyak. Sehingga kondisi ini menurutnya harus diikuti dengan upaya maupun langkah – langkah guna menekan angka kematian pada ibu dan bayi. Salah satunya dengan kesinambungan maupun sinergitas lintas sektoral di jajaran OPD maupun Pemkab Cilacap. Pada pertemuan diAula Dinas Kesehatan juga dilakukan penandatangan komitmen bersama dari masing-masing OPD dan Ormas untuk percepatan penurunan Angka Kematian Ibu-AKI dan Angka Kematian Bayi-AKB di Kabupaten Cilacap.

Disinggung tentang kematian ibu dan bayi di Cilacap, di tahun 2020 ini dikatakan bahwa mengalami pergeseran wilayah. Dijelaskan indikatornya adalah berdasarkan temuan pada tahun sebelumnya, mayoritas AKB dan AKI terjadi di wilayah Cilacap Barat dan Timur, khususnya di Kecamatan Majenang dan Wanareja.

Namun di tahun ini, justru banyak ditemukan di wilayah perkotaan, diantaranya di Kecamatan Cilacap Utara dan Cilacap Selatan.

“Guna menekan jumlah kasus AKI dan AKB, sejauh ini Pemkab Cilacap melalui Dinas terkait terus melakukan upaya perbaikan dan evaluasi kinerjanya. Seperti dalam hal kualitas layanan kesehatan di Puskesmas sebagai salah satu ujung tombak dari program penekanan angka kematian ibu dan bayi di Cilacap,” pungkasnya.(Arin/Kominfo).

Arin Nastuti

DISKOMINFO REPORTER TEAM