You are currently viewing Bank Jateng Cabang Cilacap Serahkan Bantuan Rp 969 Juta untuk Penanganan Stunting

Bank Jateng Cabang Cilacap Serahkan Bantuan Rp 969 Juta untuk Penanganan Stunting

CILACAP – Bank Jateng cabang Cilacap menyerahkan bantuan dana CSR sebesar Rp 969.705.000 untuk mendukung program percepatan penanganan kemiskinan, khususnya dalam pemberian makanan tambahan kepada balita berusia di bawah 2 tahun yang berpotensi stunting. Bantuan tersebut merupakan upaya nyata dari Bank Jateng dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.

Pimpinan Bank Jateng cabang Cilacap, Bangun Edi Sumrat, secara resmi menyerahkan bantuan tersebut kepada Penjabat (PJ) Bupati Cilacap, Yunita Diah Suminar, di Kecamatan Jeruklegi, Selasa, 19 September 2023. Selanjutnya, PJ Bupati Cilacap, Yunita Diah Suminar menyerahkannya kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, dr. Pramesti Griana Dewi, yang bertindak sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pelaksana program ini.

Sasaran dari kegiatan ini adalah pemberian makanan tambahan (PMT) untuk baduta berpotensi stunting usia 6 sampai 24 bulan. Sebanyak 653 balita dari 178 desa dan 15 kelurahan di Kabupaten Cilacap akan menjadi penerima manfaat dari program ini. Target output yang ingin dicapai adalah penyediaan 58.770 hari makan anak (HMA) dan memastikan bahwa semua baduta berpotensi stunting usia 6 sampai 24 bulan mendapatkan PMT yang memadai.

Setiap balita yang masuk dalam program ini akan mendapatkan bantuan tambahan makanan senilai Rp16.500, sesuai besaran PMT lokal berdasarkan juknis Kementerian Kesehatan RI. Penyediaan PMT untuk baduta berpotensi stunting akan dilaksanakan dengan bantuan dari Tim Percepatan Penurunan Stunting tingkat kelurahan yang didampingi dan dipantau oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting Kecamatan/puskesmas di bawah pengawasan Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Cilacap.

Metode pelaksanaan PMT untuk baduta berpotensi stunting melibatkan penyusunan menu dengan siklus tertentu yang dikelola oleh tim desa atau kelurahan yang ditunjuk. Proses ini mencakup pemilihan jenis bahan pangan, pengolahan, pemasakan, pengemasan, penyajian, hingga pendistribusian makanan tambahan.

Sebelum diberi PMT, setiap sasaran akan dilakukan penimbangan atau pengukuran ulang. Setiap dua minggu sekali, setelah menerima PMT, akan dilakukan penimbangan atau pengukuran kembali untuk memantau perkembangan status gizi balita tersebut. Selain itu, keluarga juga akan mendapatkan edukasi tentang prinsip pemberian makanan bayi dan anak (PMBA) dalam rangka meningkatkan pemahaman mereka tentang gizi yang sehat dan bergizi.(Rin/kominfo)

Arin Nastuti

DISKOMINFO REPORTER TEAM