Pemkab Cilacap Dapat Bantuan 15.450 APD dari BAZNAS
Pemerintah Kabupaten Cilacap mendapat bantuan 15.450 APD dari BAZNAS Cilacap.

Pemkab Cilacap Dapat Bantuan 15.450 APD dari BAZNAS

CILACAP – Dukungan bagi Pemerintah Kabupaten Cilacap dalam rangka percepatan penanganan dan penanggulangan Corona Virus Disease (Covid-19) terus mengalir. Kali ini bantuan datang dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Cilacap, Selasa (31/3).

Bantuan yang diserahkan untuk penanggulangan Covid-19 berupa Alat Pelindung Diri (APD) Paramedis sebanyak 15.450 stel. Secara simbolis, bantuan tersebut diserahkan Ketua BAZNAS Cilacap, Irvan Rachmat kepada Bupati Tatto Suwarto Pamuji di Pendopo Wijayakusuma, dan diteruskan kepada Kepala Dinas Kesehatan, Pramesti Griana Dewi.

Baca juga : Diskominfo Cilacap Himbau Masyarakat Tak Sebar Hoaks COVID-19

Dalam pernyataannya, Ketua BAZNAS Cilacap, Irvan Rachmat menjelaskan, penyerahan bantuan ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS kepada masyarakat. Sekaligus dukungan terhadap upaya percepatan penanganan Covid-19.

“Kita mencoba mengalokasikan dana untuk pembuatan APD bagi teman-teman tim medis. Alhamdulillah mendapat dukungan dari teman-teman UKM, sehingga kita bisa memberikan bantuan lebih banyak”, kata Irvan.

Bantuan APD dari BAZNAS diserahkan.
Kepala Dinkes Cilacap, Pramesti Griana Dewi menyerahkan bantuan APD kepada Plt. Direktur RSUD Cilacap, Reza Prima Muharama.

Dijelaskan, semula bantuan yang ditargetkan BAZNAS jauh lebih kecil dari yang diserahkan. Namun dalam perkembangannya, sejumlah pihak turut tergerak untuk memberikan bantuan sehingga bantuan yang diserahkan lebih banyak, dengan harga yang cukup bersahabat.

Irvan berharap, dengan kerjasama dan kepedulian berbagai pihak, pandemi Covid-19 yang kini tengah mewabah dapat segera diatasi. Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan, Pramesti Griana Dewi mengatakan, bantuan tersebut akan didistribusikan ke sejumlah Rumah Sakit.

Baca juga : Satu PDP Positif Corona, Bupati Cilacap Himbau Masyarakat Tetap Tenang

Yakni RSUD Cilacap, dan 5 rumah sakit lini tiga meliputi RSUD Majenang, RS Santa Maria, RS Pertamina, RSI Fatimah, dan RS Agishna Sidareja. Selain rumah sakit tersebut, bantuan ini juga akan didistribusikan ke sejumlah Puskesmas. Adapun jumlah APD, disesuaikan dengan jumlah pasien dan ODP di masing-masing wilayah.

“Nanti kita lihat seberapa banyak pasien yang ada di tiap rumah sakit itu. Kemudian untuk Puskesmas, seberapa banyak ODP-nya, dan orang yang harus dipantau di wilayah kerja Puskesmas masing-masing”, kata Pramesti.

Pendistribusiannya sendiri dilakukan secara bertahap. Tiap APD yang didistribusikan harus melalui proses sterilisasi terlebih dahulu. Pramesti memastikan, APD ini sesuai standar kesehatan. Sebab penggunaan APD bertujuan mengantisipasi risiko keselamatan dan kesehatan kerja para petugas medis, khususnya yang berupa bahaya biologi. (dn/kominfo)

Jumlah Pengunjung : 121
image_pdfimage_print

Dony R Bintoro

DISKOMINFO REPORTER TEAM

Leave a Reply