Berurai Air Mata, Bupati Cilacap Kisahkan Adiknya yang Meninggal Karena Covid-19
Bupati Tatto S. Pamuji tak kuasa menahan air mata saat mengisahkan adiknya, Helmi Bustomi, Anggota DPRD Cilacap Fraksi Partai Golkar yang meninggal karena Covid-19. Sehingga Bupati menekankan pentingnya menjaga kesehatan di tengah pandemi ini.

Berurai Air Mata, Bupati Cilacap Kisahkan Adiknya yang Meninggal Karena Covid-19

CILACAP – Duka mendalam dirasakan Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji. Adik kandung Bupati Cilacap, Helmi Bustomi yang merupakan Anggota DPRD Kabupaten Cilacap dari Fraksi Partai Golkar meninggal dunia, Sabtu (17/10) pukul 07.55 WIB dalam kondisi positif Covid-19.

Duka Cita Bupati Cilacap

Dengan terbata bata dan berurai air mata, Bupati mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan di masa pandemi ini. “Saya baru ditinggal… kehilangan adik saya tercinta, Helmi Bustomi. Mohon maaf apabila selama bergaul dengan saudara sekalian ada hutang piutang, janji. Saya sebagai kakak bertanggung jawab”, kata Bupati.

Pernyataan itu disampaikan saat memberikan sambutan dalam Rakor Forkopimda bersama Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat di Pendopo Wijayakusuma Cilacap, Senin (19/10). Secara khusus, Bupati meminta maaf kepada hadirin apabila almarhum memiliki kesalahan selama bergaul sebagai pribadi dan anggota DPRD Cilacap.

“Bukan teman, harta, atau jabatan. Tapi raga kita, raga inilah yang kemana-mana kita bawa. Maka raga yang diberikan Allah Swt harus dijaga agar selalu sehat”, kata Bupati.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 M. Wijaya, Sabtu (17/10) menjelaskan, sejak Senin (12/10) Helmi telah merasakan sakit. Tubuhnya mengalami demam sehingga dilarikan ke RSUD Cilacap. Tim medis mendeteksi adanya gejala Covid-19, sehingga melakukan Swab. Hasilnya positif sehingga Helmi menjalani perawatan sesuai prosedur Covid-19.

Akan tetapi kondisi kesehatannya terus menurun, sampai akhirnya Helmi menghembuskan napas terakhirnya di Ruang Dahlia RSUD Cilacap. Pemulasaran jenazah dilakukan di RSUD Cilacap. Selanjutnya jenazah dibawa ke Majenang untuk dimakamkan di pemakaman keluarga, dengan tetap menggunakan protokol Covid-19.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, Helmi memiliki riwayat penyakit pemberat (komorbid) yakni diabetes dan hipertensi. Dinas Kesehatan selanjutnya tracing terhadap setiap kontak erat almarhum, termasuk riwayat perjalanannya.

Sementara itu data perkembangan Covid-19 di Kabupaten Cilacap, Senin (19/10) menyebutkan konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 469 orang. Kecamatan Majenang masih menjadi wilayah dengan jumlah konfirmasi tertinggi sebanyak 348 orang. Adapun suspek saat ini sebanyak 15 orang, dan kontak erat 1071 orang.(dn/kominfo)

Jumlah Pengunjung : 116
image_pdfimage_print

Dony R Bintoro

DISKOMINFO REPORTER TEAM