BPS Cilacap Lakukan Sensus Malam (Census Night)
Kepala BPS Cilacap Toto Desanto dan petugas Sensus saat melakukan Verifikasi data awak kapal kepada Kapten Kapal di Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap

BPS Cilacap Lakukan Sensus Malam (Census Night)

CILACAPBadan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Cilacap melakukan Sensus Malam (Census Night) yang dilaksanakan secara serentak oleh BPS se-Indonesia pada Selasa malam (15/09/2020). Sensus tersebut dilaksanakan untuk mendata penduduk yang tidak memiliki tempat tinggal tetap.

Kepala BPS Kabupaten Cilacap Toto Desanto mengatakan, Census Night adalah sensus penduduk yang dilakukan untuk mencacah penduduk jalanan atau tunawisma dan juga untuk awak kapal berbendera Indonesia yang bersandar di Pelabuhan Cilacap dengan nama Tim “Task Force”.

“Census Night dilakukan pada hari sensus pada tanggal 15 September malam dan berakhir tanggal 16 September pagi dengan menyusur seluruh wilayah Kota Cilacap yang terbagi menjadi tiga tim yaitu tim wilayah Timur, Tim wilayah Tengah, dan Tim wilayah Barat dengan menyusuri sudut Kota, perempatan, hingga emperan toko yang dilaksanakan petugas Sensus dari BPS Kabupaten Cilacap bersama tim pengaman yang terdiri dari jajaran Forkopimcam, Polisi, dan Satpol PP Kabupaten Cilacap ungkap Toto.

Petugas Sensus saat melakukan Verifikasi data awak kapal di Pelabuhan Wijayakusuma Cilacap
Petugas Sensus saat melakukan Verifikasi data awak kapal di Pelabuhan Wijayakusuma Cilacap
Census Night pada Awak Kapal – Tim Task Force BPS Cilacap

Toto menambahkan, pencacahan pada awak Kapal dilakukan pada kapal berbendera Indonesia yang sedang bersandar di Pelabuhan Tanjung Intan dan Pelabuhan Wijaya Kusuma Cilacap. Dari verifikasi data yang dilakukan, terdapat 5 (lima) awak kapal yang tercatat sebagai penduduk yang telah pergi dari keluarga untuk berlayar lebih dari 1 tahun.

Sedangkan hasil pendataan Tuna Wisma oleh Tim Task Force sebanyak 49 orang yang tersebar di beberapa wilayah. Cilacap Selatan 20 orang, Cilacap Tengah 5 orang, Cilacap Utara 5 orang, Sidareja 7 orang dan Kroya sebanyak 12 orang.

Lebih lanjut dijelaskan, alasan dilaksanakan malam hari karena tunawisma akan kembali beristirahat di tempat biasa dia mangkal atau menetap dan dilaksanakan secara serentak seluruh Indonesia agar tidak ada pencacahan ganda karena perpindahan penduduk tersebut. (wd/kominfo)

Jumlah Pengunjung : 40
image_pdfimage_print

Widi Ardiyan

REPORTER TEAM DISKOMINFO