Bupati Cilacap Pimpin Apel Gelar Pasukan Ops Ketupat Candi 2021

Bupati Cilacap Pimpin Apel Gelar Pasukan Ops Ketupat Candi 2021

CILACAP – Kepolisian Resor Cilacap , Jawa Tengah menggelar apel gelar pasukan Operasi Ketupat Candi 2021. Gelar apel di lapangan Sarja Arya Racana Polres Cilacap, Rabu (5/5/2021), dipimpin oleh Bupati Cilacap H.Tatto Suwarto Pamuji.

Dalam Sambutan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang dibacakan Bupati di Apel Gelar Pasukan dimasa Pandemi Covid-19, sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan Opera “Ketupat 2021” dalam Rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1442 H/2021, baik padt aspek personil maupun sarana prasarana serta keterlibatan unsur terkait seperti TNI, Pemda dan Mitra Kamtibmas lainnya.

“Kali ini Polres Cilacap menerjunkan sejumlah 332 anggota Polri yang melaksanakan pengamanan di setiap pos penyekatan. Operasi Ketupat Candi yang akan dilaksanakan selama 12 hari mulai tanggal 6 sampai 17 Mei 2021 dengan mengedepankan kegiatan pencegahan didukung deteksi dini dan penegakan hukum dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1442 H dan tetap menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran covid-19 sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan rasa aman dan nyaman”, jelas Bupati Cilacap

Perayaan Idul Fitri 1442 H Tahun 2021 pemerintah memutuskan melarang kegiatan mudik bagi seluruh masyarakat pada tanggal 6 sampai dengan 17 Mei 2021, ini adalah Tahun kedua dimana pemerintah telah mengambil kebijakan untuk melarang warga masyarakat melakukan perjalanan mudik pada libur Hari Raya Idul Fitri, karena situasi Pandemi Covid-19.

Kita sadari bahwa larangan pemerintah ini tidak serta merta dipatuhi masyarakat. Sehingga potensi pergerakan orang untuk melakukan perjalanan mudik masih cukup tinggi. Hasil survey kementerian perhubungan terhadap masyarakat apabila pemerintah tidak melarang mudik akan terjadi pergerakan orang melakukan perjalanan mudik sebesar 81 juta orang, namun apabila pemerintah melarang mudik, masih akan terjadi pergerakan orang melakukan perjalanan mudik sebesar 27,6 juta orang atau 11%.

Saat ini pemerintah masih terus berjuang menekan laju perkembangan covid-19 dengan berbagai kebijakan antara lain pendisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan (5 M), Kegiatan vaksinasi dan terakhir PPKM Mikro yang dinilai cukup efektif. Kita harus bahu-membahu bersinergi dengan instansi terkait dan seluruh komponen masyarakat untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam menekan laju perkembangan covid-19.

Beberapa hal yang perlu mendapat atensi kita bersama pada saat digelar Operasi Ketupat Candi 2021 ini, khususnya terkait warga masyarakat yang telah mendahului mudik dan pelaksanaan vaksin yang harus tetap berjalan. Substansi dari kebijakan pemerintah mudik oleh pemerintah adalah mencegah terjadinya penyebaran covid-19, dimana setiap pelaksanaan libur panjang selalu terjadi peningkatan penyebaran covid-19 yang cukup signifikan. Kenyataannya bahwa masyarakat telah melaksanakan mudik sebelum tanggal pelarangan, harus dilakukan langkah-langkah konkrit disetiap wilayah tujuan mudik misalnya dengan penerapan isolasi dalam jangka waktu tertentu dengan pengawasan.

Peningkatan aktifitas masyarakat pada bulan Ramadhan, menjelang pada saat dan sesudah Idul Fitri tentu saja berpotensi menimbulkan gangguan Kamtibmas, gangguan Kamseltibcar lantas dan pelanggaran protokol kesehatan covid-19. Guna mengantisipasi hal tersebut, polri menggelar pelaksanaan operasi terpusat “Ketupat-2021” dalam upaya mewujudkan situasi Kamtibmas yang kondusif selama Ramadhan dan Idul Fitri 1442 H/ 2021 dimasa Pandemi Covid-19.

Diakhir amanat, beberapa penekanan dari Kapolri yang dibacakan Bupat antara lain yang pertama siapkan mental dan fisik dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Hindari sikap dan tindakan tidak simpatik dan arogan yang tidak mencerminkan karakter jati diri sebagai sosok pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. Kedua tingkatkan kepekaan, kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam melaksanakan pengamanan dan antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya aksi teror dan kriminalitas yang memanfaatkan momentum Ramadhan dan Idul Fitri 1442 H diseluruh wilayah, khususnya daerah yang memiliki kerawanan serta berpotensi menjadi target para pelaku.

Arin Nastuti

DISKOMINFO REPORTER TEAM