Tekan Covid-19, Kepala BNPB Instruksikan Perlindungan Kelompok Rentan
Kepala BNPB Letjen Doni Monardo menyerahkan bantuan penanganan darurat bencana kepada Bupati Cilacap H. Tatto S. Pamuji, Jumat (4/12).

Tekan Covid-19, Kepala BNPB Instruksikan Perlindungan Kelompok Rentan

CILACAP – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Doni Monardo melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Cilacap, Jumat (4/12). Kunker ini dalam rangka rapat koordinasi penanggulangan bencana dan pandemi Covid-19. Dalam paparannya, Doni menjelaskan bahwa angka kematian Covid-19 di Kabupaten Cilacap sebesar 2,3 %.

Angka ini masih dibawah persentase nasional sebesar 3,1 %. Meski demikian angka ini harus ditekan serendah mungkin. Salah satu caranya yakni dengan melindungi kelompok rentan. “Kelompok rentan itu adalah para lansia, dan orang orang yang memiliki komorbid. Sebab mereka memilki risiko yang lebih besar ketika terpapar virus korona”, kata Doni.

Pemerintah Kabupaten Cilacap, lanjut Doni, saat ini memiliki tantangan besar. Karena tidak hanya menghadapi ancaman bencana alam, tetapi juga bencana non alam yaitu pandemi Covid-19. Hal ini membutuhkan kerja keras seluruh komponen masyarakat agar benar benar disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.

Terkait bencana banjir dan tanah longsor, Doni meminta seluruh stakeholder terkait untuk mereklamasi lahan kritis. Termasuk pada daerah aliran sungai. “Alam telah menyediakan solusi bagi permasalahan kita, tinggal bagaimana manusia mengupayakannya. Cilacap ini terkenal dengan tanaman sukunnya. Ini bisa menjadi solusi mengingat akar sukun dapat mengikat tanah dengan baik”, tambahnya.

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji melalui sambutannya menjelaskan, per 3 Desember 2020, jumlah total konfirmasi positif sebanyak 2.311 orang. 1610 orang diantaranya sembuh dan 69 orang meninggal. Sedangkan konfirmasi masih aktif saat ini baik yang OTG dan di rawat di Rumah Sakit berjumlah 632 orang.

“Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Cilacap telah melakukan Tresing, Testing, Tritmen dan Isolasi. Sampai saat ini jumlah tresing yang sudah dilakukan sebanyak 12.247 orang , testing sebanyak 27.476 orang”, kata Bupati.

Pemkab Cilacap telah memiliki laboratorium PCR di RSUD Cilacap, tritmen intensif di 9 rumah sakit rujukan Covid-19 dengan jumlah tempat tidur isolasi sebanyak 238 buah dan jumlah tempat tidur ICU sebanyak 9 buah. Isolasi untuk kasus positif tanpa gejala dilakukan di tempat isolasi terpusat yaitu hotel @HOM Premier dengan kapasitas 120 buah tempat tidur melalui pembiayaan dari BNPB.

Terkait dengan bencana alam, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap mencatat sejak 17 November sampai 3 Desember 2020 terdapat peristiwa banjir, tanah longsor dan angin kencang yang berdampak pada 66 desa di 17 kecamatan. 2 orang dilaporkan meninggal dunia karena terbawa arus, 20.857 KK terdampak, dan 2.565 KK mengungsi di pos pengungsian

“Bencana tersebut mengakibatkan 17 unit rumah roboh, dan 44 unit rumah rusak berat, 16 unit rumah rusak sedang, 54 unit rumah rusak ringan dan 28 titik tanggul jebol dengan total kerugian sebesar Rp 15.,3 milyar”, tambah Bupati.

Beberapa upaya yang dilakukan yakni melakukan operasi tanggap darurat dengan memberdayakan sumber daya yang dimiliki dan dibantu oleh dinas/instansi terkait dan relawan untuk melakukan penanganan darurat sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. Pemkab Cilacap juga telah mendistribusikan logistik dan mendirikan dapur umum dalam rangka penanganan darurat bencana di wilayah terdampak bencana.(dn/kominfo)

Baca Juga : Sekda Tinjau Hotel Karantina Pasien Covid-19

[pvcp_1]

Dony R Bintoro

DISKOMINFO REPORTER TEAM