You are currently viewing Dampak Corona, Ekspor Ikan Tuna Terhambat

Dampak Corona, Ekspor Ikan Tuna Terhambat

CILACAP – Dampak pandemi Covid-19, harga ikan tuna hasil tangkapan nelayan Cilacap merosot. Pasalnya, sejumlah negara memberlakukan pembatasan akses, sehingga ekspor ikan tuna ke sejumlah negara terganggu. Ketua DPC himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cilacap, Sarjono menjelaskan, saat ini sejumlah negara di Amerika maupun Eropa masih tertutup untuk komoditas ekspor.

“Pendapatan nelayan selama Covid pada dasarnya tidak menurun. Namun hasil tangkapan khusunya ikan tuna kurang stabil. Harganya yang tadinya Rp 60 ribu hingga Rp 80 ribu per kilogram sekarang jadi Rp 20 ribu hingga Rp 16 ribu per kilogram,” kata dia.

Selain itu ikan tuna, komoditas udang rebon juga menurun. Sarjono berharap pemerintah daerah bisa membantu untuk mencarikan investor supaya pengelolaan udang rebon bisa maksimal di Cilacap. “Sebenarnya sudah ada investor, namun yang masih bertahan hanya satu saat ini. Ini yang menjadi pertanyaan, kenapa yang satu ini bisa bertahan yang lain tidak,” jelas Sarjono.

Saat ini, sejumlah nelayan mulai beralih untuk menangkap ikan layur. Dikarenankan saat ini ekspor ikan jenis tersebut masih lancar. “Kalau ikan layur ekspor masih stabil karena ke Asia,” katanya. Sementara itu, nelayan di Kabupaten Cilacap masih banyak yang belum memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA). Dari 100 ribu nelayan baru 18 ribu nelayan yang memiliki KTA.

“Banyak nelayan kita yang belum ber KTA, ini yang buat sulit kalau ada pencarian bantuan dari pemerintah. Saya harap nelayan bisa sadar dan mengurus KTA supaya nanti bisa tercover asuransi,” imbuh Sarjono.(ray)

Sumber: https://radarbanyumas.co.id/dampak-corona-ekspor-ikan-tuna-terhambat/
Copyright © Radarbanyumas.co.id

Dony R Bintoro

DISKOMINFO REPORTER TEAM