Hadapi Kompetisi Usaha 4.0, Eks Buruh Migran Harus Paham Pemasaran Digital
Bupati Cilacap Tatto S. Pamuji membuka kegiatan pelatihan Digital Entrepreunership Academy bagi eks buruh migran di Cilacap.

Hadapi Kompetisi Usaha 4.0, Eks Buruh Migran Harus Paham Pemasaran Digital

CILACAP –  Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Komunikasi dan Informatika menyelenggarakan Pelatihan Digital Entrepreunership Academy (DEA). Kegiatan yang digelar di Hotel Atrium Cilacap, Selasa (24/11) ini dibuka oleh Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji.

Pelaksanan kegiatan mengedepankan protokol kesehatan Covid-19. Di hadapan sekitar 50 peserta, Bupati membagikan pengalaman dan kiat sukses agar kegiatan usaha berjalan dengan baik. Pertama yakni berinvestasi untuk pengembangan diri dan memperkaya pengalaman.

“Misalnya mengikuti seminar dan berbagai pelatihan. Bagaimana usaha mau sukses kalau misalnya berinvestasi untuk otak kita saja pelit?”, kata Bupati.

Memperkaya pengetahuan, lanjut Bupati sangat penting untuk menjaga kesinambungan usaha. Para pelaku usaha senantiasa harus dapat menyesuaikan diri dengan perubahan di sekitarnya. Termasuk pendekatan teknologi informasi untuk meraup pelanggan dan keutungan sebesar besarnya.

Selanjutnya, menjaga loyalitas karyawan yang merupakan aset terbesar dalam kegiatan usaha. Dalam hal ini, kesuksesan seorang pelaku usaha tak lepas dari peran serta karyawannya. “Serta yang tak kalah penting adalah doa orang tua”, tegas Bupati.

Digital Entrepreunership Academy (DEA)
Digital Entrepreunership Academy (DEA), Kepala Diskominfo CIlacap M. Wijaya, tekankan pentingnya pemahaman pemasaran digital bagi pelaku UKM.

Para peserta dalam kegiatan ini merupakan para eks buruh migran yang ingin mengawali kegiatan UKM. Sedangkan narasumber yakni Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Cilacap, Drs. M Wijaya, MM, dan Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM, Umar Said, SE.,MM.

Kepala Diskominfo Cilacap, Drs. M. Wijaya, MM menjelaskan, pendekatan digital merupakan keniscayaan yang harus diikuti oleh pelaku UKM. Sehingga, dengan produk dan pengemasan yang baik, keuntungan yang akan diperoleh pelaku UKM akan makin menjanjikan apabila menguasai pemasaran digital.

“Sekarang banyak sekali platform digital yang digunakan untuk pemasaran produk. Tinggal bagaimana kita mempelajari tekniknya dan menerapkannya dalam kegiatan usaha”, kata Wijaya.

Sebagian Materi Digital Entrepreunership Academy (DEA)

Materi yang disampaikan meliputi teknik olah foto sederhana, copywriting dan konten kreatif, membuat website/blog berbasis wordpress, pengenalan Search Engine Optimization (SEO), dan pemasaran melalui e-commerce. Sedangkan metode yang digunakan adalah kombinasi, mulai dari verbal, ceramah, dan praktik.

Sasaran program DEA Digital Talent Scholarship 2020 adalah mencetak talenta digital di bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan target sejumlah 22.500 orang dalam rangka mempersiapkan Sumber Daya Manusia yang unggul untuk menghadapi era revolusi industri 4.0.(dn/kominfo)

[pvcp_1]

Dony R Bintoro

DISKOMINFO REPORTER TEAM