You are currently viewing Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap Dorong Percepatan Masa Tanam I

Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap Dorong Percepatan Masa Tanam I

CILACAP – Dibukanya kembali pintu jaringan induk daerah irigasi di Sampang sejak Senin (16/9/2019) lalu memberikan kesempatan pada petani, terutama penggarap lahan irigasi teknis yang berada di wilayah Cilacap Timur untuk melakukan percepatan tanam. 

Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap bahkan menargetkan akhir September telah ada semaian untuk mengawali masa tanam (MT) I. Untuk mendukung percepatan MT I, Dispertan Cilacap melakukan beberapa persiapan, diantaranya dukungan SDM dalam hal ini petani, dan sarana prasarana penunjang.

“Bagi petani, kami telah melakukan sosialisasi bahwa akan ada percepatan olah tanam”, kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Supriyanto.

Pada percepatan MT I ini, lahan pertanian yang berada di sekitar jaringan induk irigasi diharapkan memulai masa tanam pada awal Oktober. Sedangkan lahan pertanian yang berada pada jarak sekitar satu kilometer, diharapkan mulai mengolah tanah mengingat pasokan air dari irigasi perlu waktu.

Dari sisi dukungan sarpras, tambah Supri, penggunaan mesin pompa air baik bantuan unit yang berada di masyarakat maupun Usaha Pengelola Jasa Alsintan (UPJA) juga akan dioptimalkan. Wilayah yag belum dapat memanfaatkan mesin ini, dihimbau dapat meminjamkan ke kecamatan lain yang sudah dapat melalukan percepatan tanam.

Supri berharap, pada awal November setidaknya 17 ribuan hektar lahan pertania di daerah irigasi Serayu sudah di tanami. Sedangkan untuk seluruh Kabupaten Cilacap, ditargetkan minimal 50 ribuan hektar lahan telah ditanami, untuk menutup kekurangan tanam periode ini.

Sebab wilayah daerah irigasi Manganti yang mengairi wilayah Kecamatan Wanareja, Cipari, Sidareja, Gandrungmangu, Kawunganten, dan Bantarsari (DI Cihaur) serta Kedungreja dan Patimuan (DI Sidareja) pengeringan irigasi baru dibuka awal Oktober.

Apabila percepatan tanam MT I ini teralisasi, diharapkan pada bulan Janurai – Februari 2020 Cilacap memasuki masa panen. Selanjutnya percepatan MT II juga akan kembali didorong pada Maret, sehingga pada Juni 2020 diharapkan petani dapat panen untuk MT II, sebelum jaringan irigasi kembali dikeringkan.

Sementara itu Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Kabupaten Cilacap memastikan, kebutuhan air untuk lahan pertanian dari daerah irigasi Serayu saat ini masih mencukupi. Adapun pemeliharaan jaringan irigasi di bawah BBWS Serayu Opak dilaksanakan multi years hingga 2020.

“Meski saat ini musim kemarau, namun pasokan air untuk kebutuhan pertanian dari Sungai Serayu mencukupi. Utamanya lahan irigasi teknis tinggal diatur sesuai kebutuhan”, jelasnya.(dn/kominfo)

Foto : Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Supriyanto.

Artikel serupa telah terbit di harian Banyumas Expres edisi Kamis, 19 September 2019.

Leave a Reply