Festival Buah Jateng, Alpukat dan Pisang Cilacap Unggul
Cilacap menjuarai Festival Buah Jateng lewat produk Alpukat dan Pisang.

Festival Buah Jateng, Alpukat dan Pisang Cilacap Unggul

CILACAP – Alpukat dan Pisang dari Kabupaten Cilacap menjuarai lomba buah unggulan dalam rangkaian kegiatan Festival Buah Jateng 5 yang diadakan oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2020. Pada event tahunan yang dibuka secara resmi oleh Gubernur Jawa Tengah H.Ganjar Pranowo, S.H, M.I.P ini, Alpukat Kabupaten Cilacap mendapatkan Juara I, sedangkan pisang mendapatkan  Juara II.

Lomba Buah Unggulan dalam rangkaian Festival Buah Jateng 5 Tahun 2020  diselenggarakan di Alun-alun  Bung Karno Ungaran tanggal  7-8 Maret 2020 diikuti oleh 187 Kelompok Tani dari 35 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah dengan jenis buah yang dilombakan meliputi durian, manggis, duku,alpukat dan pisang.

Alpukat Kabupaten Cilacap pemenang Juara I yang mendapatkan hadiah berupa piala, sertifikat dan uang pembinaan sebesar Rp.5.000.000 ini adalah alpukat dari pohon yang beralamat di Jl.Dr.Rajiman RT.04 RW.05 Kebon Manis, Cilacap Utara. Pemilik pohon adalah keluarga Kuatno/Tumirah dengan pengusul lomba Karsono (anak).

Baca juga : Agrowisata Jambusari Terus Dikembangkan

Pohon alpokat dengan umur tanaman yang diperkirakan sudah mencapai 25-30 tahun ini mempunyai keunggulan daging buah yang tebal dan pulen serta berat buah 0,5-1 kg/buah. Produksi buah bisa mencapai 100-200 kg/pohon/musim panen dengan harga kisaran Rp.20.000 – Rp.30.000/kg.

Sementara pisang Kabupaten Cilacap pemenang Juara II Festival Buah Jateng dengan mendapatkan hadiah berupa piala, sertifikat dan uang pembinaan sebesar Rp.4.000.000 adalah pisang jenis Raja dari pohon yang beralamat kebun di Desa Ujung Gagak, Kecamatan Kampung Laut. Pemilik pohon adalah keluarga Yatno dengan pengusul lomba Muhsin (Penyuluh Pertanian Lapangan/PPL Kampung Laut). Pohon pisang dengan umur tanaman produksi 10 bulan  ini mempunyai keunggulan buah manis dan tandan panjang. Produksi buah bisa mencapai 30 kg/pohon dengan harga Rp.150.000 – Rp.250.000/tandan. Luasan kebun saat ini di lokasi pohon di tanam mencapai 15 ha pada beberapat spot hamparan.

Festival Buah Jateng

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Supriyanto, SP,MP dalam kesempatan penyerahan hadiah kepada pemenang lomba pada saat apel pagi (Senin, 9/3) menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas prestasi juara lomba buah unggulan ini. Diharapkan, dengan keunggulan pada buah pemenang lomba ini bisa dikembangkan keberadaan dan populasi tanamannya serta bisa menjadi keunggulan dan nilai lebih tersendiri di pasaran. Lapak Petani bisa menjadi sarana pemasarannya.

Selain itu disampaikan, potensi Kecamatan Kampung Laut sebagai penghasil buah cukup besar, saat ini selain pisang (salah satu pemenang lomba) di Kampung Laut juga sedang dikembangkan oleh masyarakat setempat tanaman jeruk yang luasannya mencapai 60 ha. Terlebih lagi kesuburan lahan di Kampung Laut sangat mendukung karena berupa tanah sedimen yang potensial untuk pengembangan budidaya pertanian.

Baca juga : Integrated Farm Jambusari, Solusi Optimalisasi Lahan Pertanian

Label Alpukat Dataran Rendah serta Kabupaten Cilacap Sebagai Produsen Pisang adalah icon yang bisa dipakai sebagai modal pengembangan komoditas alpukat dan pisang. Selama ini alpukat dikenal banyak tumbuh dan berkembang di daerah dengan elevasi menengah-tinggi (misal Bandungan Kabupaten Semarang), maka dengan munculnya alpokat Kabupaten Cilacap sebagai Juara I dapat dijadikan “label” alpukat dataran rendah.

Terlebih lagi kemenangan buah alpukat Kabupaten Cilacap ini merupakan kemenangan untuk yang kedua kalinya, setelah medio 2017 yang lalu alpukat Kabupaten Cilacap juga pernah menjadi Juara I pada event lomba yang sama. Kabupaten Cilacap sebagai produsen buah pisang serta olahan pisang (sale pisang) sudah diakui oleh banyak pihak.

Dengan menjadi Juara I lomba Pisang dalam Festival Buah Jateng, Kabupaten Cilacap tentunya semakin diperhitungkan pula sebagai Kabupaten Pisang. Proses untuk mengarah ke tujuan ini masih memerlukan beberapa tahapan. Pengajuan uji varitas serta penamaan ke BPSB dan juga  pengajuan sertifikasi merupakan beberapa tahapan yang masih harus dilalui untuk bisa diakui sebagai varian buah unggul secara resmi.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, seperti dikutip dari AgroFarm saat membuka Festival Buah Jawa Tengah di Alun-Alun Bung Karno Ungaran Kabupaten Semarang, menyebut saat ini sebagai momentum kebangkitan buah-buahan nasional.

Saat ini beberapa buah asal Jawa Tengah yang telah merambah pasar ekspor diantaranya rambutan, salak, sawo, buah naga, melon hingga pepaya. “Produk buah-buahan lokal Jawa Tengah terbukti bisa mendunia. Contoh rambutan dan salak, yang sudah jadi buah yang unik dan eksotis. Harganya tinggi sekali kalau di Rusia”, kata Ganjar.

Dia menegaskan, kekuatan buah lokal sesungguhnya bisa mengimbangi neraca perdagangan kita. Potensi buah di Jawa Tengah sangat tinggi, petaninya juga kreatif, tinggal didampingi dan disentuh teknologinya agar ada lompatan.(and/dn/kominfo)

Jumlah Pengunjung : 366
image_pdfimage_print

Dony R Bintoro

DISKOMINFO REPORTER TEAM

Leave a Reply