Sukses Vaksinasi Tahap Pertama, Gubernur Minta Percepatan Pelaksanaan Tahap Kedua

Sukses Vaksinasi Tahap Pertama, Gubernur Minta Percepatan Pelaksanaan Tahap Kedua

CILACAP – Capaian vaksinasi kedua tahap pertama di Jawa Tengah berhasil menempati peringkat tertinggi nasional. Dengan persentase mencapai 59 %, menurut Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Jateng berada diatas Bali dengan persentase 42 % dan Kalimantan Timur sebesar 46 %.

Hal tersebut disampaikan dalam Video Converence Laporan Sekda Provinsi Jateng terkait capaian tindak lanjut arahan Gubernur Jawa Tengah pada minggu ke-6 Tahun 2021. Di Cilacap, vidcon yang digelar di Ruang Gadri Rumah Dinas Bupati dihadiri Wakil Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, Forkopimda, Sekda Kabupaten Cilacap, Farid Ma’ruf, dan sejumlah pejabat Setda kepala OPD, dan pihak terkait.

Melalui video converence, Gubernur meminta percepatan pelaksanaan vaksinasi tahap kedua. Sebagaimana diketahui, vaksinasi tahap kedua akan menyasar pada petugas pelayanan public. Di Kabupaten Cilacap, sasaran vaksinasi tahap kedua mencapai 42.106 orang.

“Dengan melihat posisi ini, kita perlu melakukan percepatan. Dan kita sudah harus menyiapkan skenario untuk pejabat public sekaligus kelompok rentan, sehingga aktivitasnya bisa berjalan”, kata Gubernur.

Ditambahkan, dalam Rakor ini Gubernur juga ingin mendapatkan gambaran mengenai pelaksanaan PPKM di level ketiga. Meski sejauh ini hasilnya cukup menggembirakan, namun seluruh masyarakat terutama Satgas Penanganan Covid-19 tidak boleh lengah.

Rakor Percepatan Vaksinasi Tahap Kedua Gub Jateng

Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Prasetyo Ari Wibowo dalam paparannya menjelaskan kondisi Rumah Karantina Terpusat di Asrama Haji Donohudan, per 14 Februari 2021.

Dengan kapasitas temnpat tidur sebanyak 872, tempat karantina tersebut telah merawat 1.438 pasien konfirmasi dan 1.395 diantaranya telah selesai menjalani isolasi. Saat ini masih ada 36 orang yag dirawat di tempat itu (6,4%) dan 7 diantaranya dirujuk ke faskes tingkat lanjut. Adapun Ketersediaan TT ICU 1.064, TT Isolasi 9.125.

Sedangkan untuk evaluasi pelaksanaan PPKM Mikro berbasis rumah, menurut Plh Sekda, tiap desa/kelurahan telah membentuk Satgas. Namun ada beberapa wilayah yang belum melaksanakan protokol kesehatan secara efektif.

“Belum ada isolasi terpusat tingkat RW yang digunakan. Warga lebih memilih isolasi mandiri di rumah masing-masing. Selain itu meski tracing dilakukan, informasi adanya warga terpapar yang diterima Satgas sering terlambat,” tandasnya.(dn/kominfo)

Dony R Bintoro

DISKOMINFO REPORTER TEAM