You are currently viewing Hindari Gelombang Tiga , Program INTIP Jogo Tonggo dan Tracing Di Perkuat
Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap dr.Novita Kukilowati ,M.H saat memberi materi pada acara kegiatan Pembekalan Pendampingan, Edukator dan Enumerator Implentasi Intensifikasi Pemberdayaan jogo Tonggo di Resto D'Palataran Cilacap

Hindari Gelombang Tiga , Program INTIP Jogo Tonggo dan Tracing Di Perkuat

CILACAP- Meski kondisi grafik penyebaran Covid-19 di Kabupaten Cilacap belakangan ini sudah melandai,   namun hal tersebut  tidak  menjadikan pihak terkait untuk  tidak lengah dan abai .  Program Jogo Tonggo  yang  merupakan inovasi pemberantasan Covid-19, berbasis kewilayahan yang dibentuk berdasarkan  Instruksi Gubernur Nomor 1 Tahun 2020,  harus tetap dilaksanakan.  Model JOGO TONGGO   dikeluarkan dalam situasi emergensi, dikeluarkan relatif cepat  dengan penjelasan  proses pelaksanaan, manajemen yang dirasa masih perlu penjabaran, dan  tidak dilakukan  pelatihan  terhadap pelaksanaan secara detail, sehingga perlu dilakukan  peyempurnaan  dan pengembangan  pedoman dalam bentuk modul Jogo tonggo.

Berkaitan dengan hal tersebut  Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, menggelar kegiatan Pembekalan  Pendampingan, Edukator dan Enumerator Implentasi Intensifikasi Pemberdayaan jogo Tonggo, dalam pencegahan dan penanggulangan Covid-19 Di Jawa Tengah (Intip Jogo Tonggo).

Kegiatan Pembekalan Intip Jogo Tonggo  di buka Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap yang diwakili Kepala Bidang Kesehatan masyarakat  dr.Novita Kukilowati  berlangsung selama  dua hari  Rabu-kamis 29-30 September 2021, bertempat di Restro D’Pelataran Cilacap.

 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap dr.Pramesti Griana Dewi, M.Kes.,M.Si  melalui Kabid Kesmas  dr.Novita Kukilowati ,M.H usai memberikan materi  mengungkapkan, permasalahan utama  Virus Covid-19 harus segera diatasi, dengan memutus mata rantai penularan  meminimalisir kontak antar individu, mencegah tramisi antar daerah serta lokal, dengan karantina atau isolasi baik terhadap suspek maupun yang terkontaminasi.” Kondisi saat ini  terlihat  melandai, namun jangan lengah dan  kondisi itu pernah terjadi sebelumnya,sehingga kita harus waspada karena itu  jogo tonggo harus tetap di aktifkan terus, dengan menambah pengetahuan dan pelatihan bagi para satgas covid-19,  edukator dan enumator  masyarakat yang ada di setiap desa”  jelasnya.

dr Novita Kukilowati berharap dengan turunnya kasus positif serta kematian Covid-19, dan meningkatnya angka keikutsertaan masyarakat dalam vaksinasi Covid-19, dapat menjadikan kondisi Cilacap lebih baik. Yakni kembali pada PPKM level 2 dan segera terbebas dari pandemi.

WhatsApp Image 2021 10 01 at 15.35.38
Kasi Promkes Dinkes Cilacap Sri Mulyati,S.KM.M.H saat menjadi moderator Pembekalan bagi edukator / Pendamping masyarakat dalam Pelaksanaan Implementasi Edukasi Jogo Tonggo .

Terpisah  Kepala Seksi  Promkes  Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap Sri Mulyati,S.KM.M.H mengatakan  pembekalan bagi edukator pendamping dan enumerator masyarakat di ikuti  sebanyak  30 peserta  dari  tiga Kelurahan  wilayah  Cilacap kota. Pembekalan itu dilaksanakan dalam rangka mengimplementasikan kegiatan Intensifikasi Edukasi Pemberdayaan Jogo Tonggo dalam pencegahan dan penanganan COVID-19.

Dijelaskan, sejumlah pemateri atau narasumber  yakni  dari Tim Fasilitator Intensifikasi Edukasi Jogo Tonggo tingkat Provinsi Jateng  Dr Wahyu Setianingsih mkes epid ,  Dr. Aris Sugiarto, SKm mkes epid dari PAEI Jateng  serta Dr.  Bagoes Widjanarko. MPH MA dari PPPKMI Jateng , serta narasumber Dinkes Cilacap.

Sri Mulyati menambahkan,  peserta tiga  wilayah kerja Puskesmas di wilayah Kota Cilacap yakni Kelurahan  Mertasinga, Sidanegara dan Sidakaya. Perserta  terdiri dari  Ketua RW, tenaga kesehatan, Kepala UPTD Puskesmas, Kepala  Desa/Lurah, Sat Pol PP perwakilan Dinkominfo Cilacap, dan Dispermades.

Pada  pembekalan hari pertama, Rabu (29/9) Tim Fasilitator Intensifikasi Edukasi Jogo Tonggo tingkat Provinsi Jateng menyampaikan materi secara virtual tentang Kebijakan Intip Jogo Tonggo, Implementasi dan Penilaian Intip Jogo Tonggo, Tugas dan tanggung jawab Satgas Jogo Tonggo, Efektivitas kearifan lokal dalam pencegahan COVID-19 dan penjelasan kuesioner bagi  Enumerator.

Kemudian, pemateri narasumber Dinkes Cilacap , menyampaikan tentang pencegahan dan penanganan COVID-19 berbasis masyarakat. Perilaku masyarakat adaptasi kebiasaan baru. Proses penggerakan dan pemberdayaan masyarakat.

Selanjutnya, hari kedua Kamis (30/9/2021)  narasumber  Dr.Aris Sugiarto ,SKm,M.kes epid dari PAEI Jateng  memaparkan Pemberdayaan masyarakat melalui Satgas kesehatan Jogo Tonggo. Teknik pendampingan dan edukasi Jogo Tonggo dan Building learning commitment. Pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan COVID-19 adalah segala upaya yang dilakukan oleh seluruh komponen masyarakat dengan menggali potensi  yang dimiliki masyarakat agar berdaya dan mampu berperan serta  mencegah penularan COVID-19. “Dalam dua minggu terakhir angka COVID-19 di Cilacap  menurun. Tapi waspada. Jangan lengah, tetap patuh prokes, waspadai terjadinya varian baru, atau secara epidemiologi diprediksi akan ada lonjakan. Itu yang harus kita waspadai bersama,” ujarnya.

Dijelaskan lebih lanjut, Satgas Jogo Tonggo yaitu Satuan Tugas yang bertugas mendorong,  memastikan dan memantau terselenggaranya protokol kesehatan melawan COVID-19 dengan benar  dan efektif di wilayah RW. “Intinya bagaimana membuat masyarakat tidak jatuh sakit,” ucapnya. Acara dilanjutkan dengan paparan rencana tindak lanjut.(rin/kominfo).

Arin Nastuti

DISKOMINFO REPORTER TEAM