You are currently viewing KIM Diminta Edukasi Masyarakat Perangi Hoaks

KIM Diminta Edukasi Masyarakat Perangi Hoaks

CILACAP – Anggota Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dihimbau untuk turut mengedukasi masyarakat tentang pemanfaatan berbagai platform digital. Termasuk didalamnya yakni menyaring informasi yang diterima dan tidak menyebarluaskan berita bohong.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Cilacap, Drs. M. Wijaya, MM dalam kegiatan penguatan KIM Budaya Bambu Sari, Desa Banjarwaru Kecamatan Nusawungu, Kamis (11/11/2021). “KIM harus mengedukasi masyarakat untuk bermedsos dengan bijak. Jangan sampai menyebarkan konten konten hoaks yang meresahkan masyarakat”, kata Wijaya.

Sebagai bagian dari masyarakat, anggota KIM juga harus menjadi agen perubahan. Upaya tersebut bisa diawali dari langkah sederhana, yakni bagaimana memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan berbagai potensi dan produk unggulan. Sehingga ada manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat.

DSC 5831

“Dengan memanfaatkan media sosial, kita bisa mempromosikan berbagai produk unggulan. Untuk Desa Banjarwaru dengan produk kerajinan bambu misalnya. Ini harus diketahui secara luas oleh masyarakat sehingga menambah jangkauan pasar”, tambahnya.

Acara tersebut turut dihadiri Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Pengembangan Komunikasi Publik Diskominfo, Sherly Dyah Permanasari, Kasi Pengelolaan Informasi dan Statistik Ade Agung Wibowo, serta Kepala Desa Banjarwaru Sudarwanto bersama segenap anggota KIM Budaya Bambu Sari.

Kepala Desa Banjarwaru, Sudarwanto mengungkapkan, KIM Budaya Bambu Sari terbentuk sejak 2018. Akan tetapi hingga saat ini kiprahnya belum optimal. Terlebih ketika pandemi Covid-19 mewabah pada tahun 2020, berbagai pelaksanaan kegiatan harus ditunda. “Namun demikian melalui penguatan ini kami berharap KIM Bambu Sari dapat dioptimalkan lagi”, katanya.(dn/kominfo)

Dony R Bintoro

DISKOMINFO REPORTER TEAM