Mudahkan Layanan, BPJS Kesehatan Suguhkan JKN-KIS Mobile

Mudahkan Layanan, BPJS Kesehatan Suguhkan JKN-KIS Mobile

CILACAP – Sesuai dengan amanah Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 Tahun 2020 yang mengatur mengenai penyesuaian besaran iuran peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat atau JKN-KIS, mulai 1 Juli 2020, iuran JKN-KIS bagi peserta PBPU dan BP disesuaikan menjadi 150 ribu untuk kelas satu, 100 ribu untuk kelas 2, dan 42 ribu untuk kelas 3.

Namun demikian, khusus untuk kelas 3, pada tahun ini peserta hanya membayar sebesar 25.500 rupiah. Sementara sisanya sebesar 16.500 rupiah dibiayai oleh pemerintah. Hal Ini merupakan wujud perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap kondisi finansial masyarakat. Sehingga pemerintah menetapkan kebijakan khusus untuk peserta PBPU dan BP kelas 3.

Demikian dijelaskan oleh Plh Kepala BPJS Kesehatan Cilacap, Ni Ketut Sri Budiani SKM, MH, AAK usai menjadi narasumber dalam program Dialog Bercahaya, di LPPL Radio Bercahaya FM Rabu (26/08).

Pihaknya mengimbau, masyarakat diharapkan dapat memastikan memiliki perlindungan sosial termasuk jaminan kesehatan, memastikan status kepesertaan aktif. Sehingga jika terjadi kondisi sakit dapat terlindungi baik dari sisi pelayanan kesehatan maupun pembiayaannya.

Pada prinsipnya, lanjut Ni Ketut, pemerintah ingin pelayanan kesehatan kepada peserta JKN-KIS tidak terhambat, terutama memperhatikan kondisi sosial ekonomi saat ini di tengah pandemi Covid-19.
Bahkan untuk peserta kelas 1 dan kelas 2, jika terdapat peserta yang merasa tidak mampu membayar dengan skema iuran yang baru, BPJS Kesehatan akan memfasilitasi penyesuaian atau pindah kelas sesuai dengan kemampuannya.

Pada tahun ini, Ni Ketut Sri Budiani menerangkan, BPJS Kesehatan juga terus berupaya untuk melakukan perbaikan dan peningkatan layanan yang berfokus kepada peserta. Berbagai upaya telah dilakukan untuk memenuhi kebutuhan para peserta.

Yakni dengan menghadirkan beragam kemudahan, baik dari segi pelayanan kesehatan di tiap fasilitas kesehatannya atau faskes, BPJS Kesehatan juga terus mengembangkan kanal–kanal digital yang telah dimiliki.

Salah satunya fitur Mobile JKN yang telah hadir untuk memerdekakan peserta dalam memenuhi kebutuhannya, baik pengobatan, ketersediaan kamar di Rumah Sakit, antrian sampai keluhan kesehatan, kini dapat diakses hanya dalam genggaman tangan.

Dengan berbagai kemudahan yang disediakan kepada peserta, Ni Ketut Sri Budiani berharap, masyarakat dapat terus aktif untuk mengikuti program JKN KIS dari BPJS Kesehatan.(Rin/grh/Kominfo).

Baca Juga : Aplikasi EDABU KP Desa, Mudahkan Pelayanan JKN-KIS
Jumlah Pengunjung : 275

image_pdfimage_print

Arin Nastuti

DISKOMINFO REPORTER TEAM