Percepatan Penanganan Covid-19, Masyarakat Diminta Kooperatif
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap menyampaikan laporan terkini mengenai perkembangan percepatan penanganan Covid-19.

Percepatan Penanganan Covid-19, Masyarakat Diminta Kooperatif

CILACAP – Masyarakat di Kabupaten Cilacap diminta kooperatif dalam percepatan penanggulangan wabah Covid-19. Salah satunya dengan mempercayakan protokol keselamatan yang dijalankan tim medis dalam penanganan Pasien Dalam Pengawasan (PDP), pasien yang terkonfirmasi positif, atau pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19.

Pengurusan jenazah pasien positif Corona dilakukan oleh tim medis rumah sakit rujukan yang ditunjuk pemerintah. Adapun tata caranya sendiri tetap memperhatikan ketentuan syariah yang memungkinkan dilakukan, dengan menyesuaikan protokol keselamatan yang ditetapkan. Sehingga tidak ada alasan penolakan terhadap penguburan jenazah pasien positif .

Baca juga : Terkait Covid-19, 3 PDP Dinyatakan Negatif

“Jenazah yang diduga maupun positif Corona sudah ada protokol untuk pemulasaraannya dari sisi medis. Sehingga kalau sudah dijalankan prosesnya, insya Allah jenazah tersebut tidak akan menularkan penyakit”, kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, Pramesti Griana Dewi kepada Bercahaya FM, Kamis (2/4).

Protokol yang disebutkan, diantaranya petugas medis wajib mengenakan pakaian pelindung, sarung tangan, dan masker. Seluruh komponen pakaian pelindung harus disimpan di tempat yang terpisah dari pakaian biasa. Petugas juga harus menghindari kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh jenazah.

Ketua MUI Nasrulloh Covid-19.
Ketua MUI Cilacap menegaskan perlunya edukasi terhadap masyarakat mengenai penanganan pasien maupun jenazah Corona.

Sebagai informasi, seperti dilansir Tirto.id, tata cara memandikan jenazah pasien Corona diatur dalam Fatwa MUI Nomor 14 dan Nomor 18 Tahun 2020, sedangkan protokol tambahannya diatur oleh Kementerian Agama. Hal itu dikuatkan pernyataan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cilacap, Nasrulloh Muchson.

“Tata caranya sama seperti yang lain. Namun ada protokol khusus dari pemerintah, sehingga harus diikuti. Butuh edukasi melalui Gugus Tugas Corona, mengapa butuh perlakuan khusus”, jelasnya.

Baca juga : Pemkab Cilacap Dapat Bantuan 15.450 APD dari BAZNAS

Nasrulloh mengimbau masyarakat harus dapat memaklumi bahwa pasien yang meninggal akibat Corona merupakan warga negara yang harus tetap mendapatkan hak-haknya. Hal inilah yang menjadi tantangan Gugus Rugas Covid-19 untuk mengedukasi masyarakat agar tidak menjadi gejolak.

Dalam Fatwa MUI Nomor 14 dan Nomor 18 Tahun 2020, pengurusan jenazah (tajhiz janazah) terpapar Corona, terutama dalam memandikan dan mengkafani harus dilakukan sesuai protokol medis dan dilakukan oleh pihak yang berwenang, dengan tetap memperhatikan ketentuan syariat.

Sedangkan untuk menshalatkan dan menguburkannya dilakukan sebagaimana biasa dengan tetap menjaga agar tidak terpapar Corona.(dn/kominfo)

Jumlah Pengunjung : 367
image_pdfimage_print

Dony R Bintoro

DISKOMINFO REPORTER TEAM

Leave a Reply