You are currently viewing Menko Marves Dorong Percepatan Vaksin Booster dan Vaksinasi Lansia

Menko Marves Dorong Percepatan Vaksin Booster dan Vaksinasi Lansia

CILACAP – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia, Jenderal (Hor) Purn. Luhut Binsar Panjaitan meminta Kementerian Kesehatan, BNPB, para kepala daerah, Pangdam, dan Kapolda mengakselerasi vaksin booster.

Terutama untuk lansia dalam menghadapi lonjakan mobilitas selama bulan Ramadhan dan Lebaran 1443 H. Hal ini ditegaskan Menko Marves, saat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 secara virtual, Minggu (13/3/2022).

Kegiatan Rakor PPKM melalui Video Conference, diikuti oleh Menkes, Mendagri, Menhub, Menkumham, Menag, Menlu, Menparekraf, Ka BNPB, Gubernur Se Jawa-Bali, Pangdam Se Jawa-Bali, Kapolda Se Jawa-Bali, Walikota, Bupati, Danrem, Dandim, Kapolres di seluruh Pulau Jawa-Bali.

Rakor tersebut membahas tingkat kematian warga yang terpapar Covid-19 dan Percepatan kegiatan vaksinasi booster, Evaluasi pelaksanaan tanpa dilakukan karantina, Perluasan Visa on Arrival dan Keberangkatan jamaah umroh dari Bandara Internasional Juanda Surabaya.

Di Cilacap, Rapat tersebut diikuti jajaran Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Cilacap dari ruang Prasanda Rumah dinas Bupati Cilacap. “Saya minta kepala daerah, Pangdam, dan Kapolda untuk meningkatkan kembali kapasitas testing dan tracing di daerah”, tegas Menko Marves.

Selain itu beberapa hal yang menjadi penekanan Menko Marves dalam Rakor ini, yaitu meminta Kemenhub, Kemenag, BNPB, dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk segera melaksanakan penerbangan PPLN non PMI, termasuk umroh dari Surabaya. “Saya minta pembukaannya dilaksanakan secara bertahap”, tambahnya.

Pada kesempatan ini, Menteri Kesehatan Budi Gunawan Sadikin memaparkan, tren kasus di Jawa-Bali cenderung menurun. Terjadi kenaikan positivity rate pasca diberlakukannya syarat perjalanan dalam negeri tanpa tes bagi yang sudah divaksinasi lengkap.

“BOR RS masih terkendali. Namun kabupaten/kota dengan BOR tinggi (Bandung Barat, Cimahi, Gunung Kidul) perlu menambah kapasitas RS dan mengarahkan pasien tanpa gejala & asimtomatik perlu diarahkan agar isolasi di rumah/terpusat dan tidak dirawat di RS”, jelasnya.

Ditambahkan, vaksinasi dosis kedua dan vaksinasi lansiamenjadi prioritas agar bisa melindungi dari hospitalisasi dan kematian. Selain itu percepatan vaksinasi di wilayah Jawa – Bali perlu dilakukan untuk menghindari vaksin kadaluarsa.(dn/kominfo).

Dony R Bintoro

DISKOMINFO REPORTER TEAM