You are currently viewing Pemkab Cilacap Berhasil Turunkan Angka Stunting

Pemkab Cilacap Berhasil Turunkan Angka Stunting

CILACAP –Untuk mengetahui capaian kinerja program dan kegiatan stunting di Kabupaten cilacap, sekaligus merumuskan dalam perbaikan perencanaan dan penganggaran program prioritas penurunan stunting , Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap menggelar kegiatan Review Kinerja Stunting Kabupaten Cilacap Tahun 2021, Senin (14/12) di Hotel Sindoro Cilacap.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah -BAPPEDA Kabupaten Cilacap Ir. Sujito, di hadiri 50 orang peserta terdiri dari Camat, Kepala Puskesmas, Petugas Gizi , PLKB, Kepala Desa di 10 desa lokus stunting.

Menurut Ir. Sujito bahwa stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah 2 tahun, akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang dan stimulasi psikososial yang tidak memadai seribu hari pertama kehidupan yakni sejak janin hingga anak berusia 2 tahun.

“Maka dari itu, dalam mencegah stunting harus di mulai lebih awal, yakni pada masa remaja, karena pendidikan kesehatan dan perubahan perilaku pada remaja menjadi kunci keberhasilan dalam mempersiapkan calon generasi yang bebas dari stunting,” jelasnya.

Kegiatan Review Kinerja Tahunan Stunting juga untuk melihat capaian output (target kinerja), outcome, penyerapan anggaran dan kerangka waktu penyelesaian penanganan Stunting di Kabupaten Cilacap.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, dr. Novita Kukilowati menyebut  Prevalensi stunting di Kabupaten Cilacap selama 3 tahun terakhir terdapat perubahan yang cukup signifikan, yakni pada tahun 2019 mencapai 4,86%, tahun 2020 4,94% serta pada tahun 2021 turun menjadi 3,78%.

“Ini sudah ada perubahan, kemarin kita ada 10 lokus desa stunting yakni di Desa Mandala Jeruk legi, 8 desa di Cipari dan satu di desa Pengadegan  Majenang. Ini sudah mengalami penurunan, dan di Kecamatan Cipari dari 8 desa tinggal 4 desa yang masih masuk dalam 10 besar lokus stunting di tahun 2021 ini. Mungkin untuk tahun berikutnya untuk lokus stunting kita masih ada 10 lagi mudah – mudahan nanti kita beralih ke desa yang lain, tetapi untuk intervensi tetap kita kepada desa – desa yang sudah lokus tidak kita tinggalkan, tetap kita bina,” Jelas Novita.

Novita menambahkan dalam review kinerja tahunan stunting Kabupaten Cilacap 2021 dapat mengevaluasi program dan kegiatan sesuai dengan tupoksi masing-masing sehingga menghasilkan program kerja yang strategis dalam penanganan stunting.

“Harapannya kedepan, terutama berdasarkan data, kalau data sudah masuk kan kita bisa melihat dan membaca bagaimana keadaan stunting di kabupaten Cilacap. Sehingga nanti yang perlu di perbantukan apa saja nanti kita bisa melihat permasalahannya, sehingga nanti  dari lintas sektor dan lintas program yang lain dapat memberi banuan kepada kasus – kasus stunting sesuai dengan bidangnya, sehingga kasus stunting di kabupaten Cilacap bisa menurun,” pungkasnya. (dony/Kominfo).

Arin Nastuti

DISKOMINFO REPORTER TEAM