You are currently viewing Pemkab Cilacap dan Mentari Sehat Indonesia Optimalkan Penanganan TB

Pemkab Cilacap dan Mentari Sehat Indonesia Optimalkan Penanganan TB

CILACAP – Pemerintah Kabupaten Cilacap melalui Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, bersama Yayasan Mentari Sehat Indonesia (MSI) terus berupaya mengoptimalkan penanganan dan penanggulangan kasus tuberkulosis (TB) di Kabupaten Cilacap. Hal ini terlihat dari capaian standar pelayanan minimal (SPM) tahun 2023 yang mencapai 100 %, meningkat dibanding tahun 2022 sebesar 86,3 %.

Meski demikian, treatment success rate (TSR) tahun 2023 sebesar 83,2 % masih lebih rendah dibanding 2022 yakni 84,5 %. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada tantangan yang harus diatasi dalam upaya memberantas TB di Kabupaten Cilacap.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah melakukan investigasi kontak (IK) terhadap orang yang kontak dengan pasien TB. IK bertujuan menemukan TB laten, mencegah penularan, memutus mata rantai penularan dan memberikan edukasi pada kontak erat untuk segera memulai pengobatan apabila terdiagnosis TB.

“Kami terus meningkatkan peran aktif tenaga puskesmas dan kader puskesmas/komunitas, mengoptimalkan integrasi sistem pencatatan dan pelaporan IK, mendorong keterlibatan aktif organisasi masyarakat dalam kegiatan penemuan kasus, penyuluhan TB, pendampingan pengobatan pasien, dan lain-lain,” ujar Rokhmah Agus Ciptaningsih, Staf Program Sub-Sub Recipient (SSR) MSI Kabupaten Cilacap.

Rokhmah menambahkan, peran kader komunitas dalam mobilisasi dan edukasi terhadap sasaran kontak serumah untuk pemberian terapi preventif TB (TPT) perlu lebih dioptimalkan. TPT merupakan salah satu strategi untuk mencegah perkembangan TB laten menjadi TB aktif, khususnya pada anak-anak di bawah 5 tahun.

Narasumber dari Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Cilacap Erna Hidayaningrum menjelaskan, kontribusi capaian indikator secara rinci sebagai berikut. Investigasi Kontak 1392 kali, temuan Suspek 2543, kasus Positif 1159, TPT dibawah 5 tahun 196 dan Pelacakan pasien putus berobat 367.

Adapun tantangan program komunitas tahun 2024 antara lain ketersediaan logistik obat anti TB (OAT) khususnya untuk balita TPT, penjeputan suspek dahak, kondisi lokasi/tempat tinggal pasien yang susah dijangkau oleh kader dikarenakan letak geografis masing-masing wilayah kecamatan yang berbeda.

Terlebih di wilayah pegunungan serta wilayah jangkauan yang lebih luas daripada jumlah kader yang tersedia. Serta di wilayah yang padat penduduk dan tingginya tingkat aktivitas masyarakat berdampak pada upaya kader untuk melakukan investigasi kontak yang tepat sasaran, dan kesadaran masyarakat umum terkait penyakit TB.

“Kami berharap dengan kerjasama yang baik antara pemerintah, MSI, puskesmas, kader komunitas, dan masyarakat, kita dapat mencapai target eliminasi TB di Kabupaten Cilacap pada tahun 2030,” tutup Erna.(dn/kominfo)

Dony R Bintoro

DISKOMINFO REPORTER TEAM