Pemprov Jateng Gelar Musrenbang 2022
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memberikan sambutan dalam Musrenbang Provinsi Jawa Tengah 2022.

Pemprov Jateng Gelar Musrenbang 2022

CILACAP – Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji mengikuti kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2020. Acara tersebut digelar di Gedung Gradhika Bakti Praja, Semarang Jawa Tengah, Rabu (14/4/2021) dan diikuti secara virtual oleh pemerintah daerah 35 kabupaten/kota.

Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Prasetya Aribawa dalam laporanya menjelaskan, Musrenbang kali ini memusyawarahkan dua rancangan dokumen perencanaan pembangunan daerah. Yakni perubahan RPJMD 2018 – 2023 dan RKPD tahun 2022.

“Hal ini mengingat secara substansi, keduanya merupakan suatu rangkaian dan tahapan proses penyusunannya dapat dilakukan secara simultan”, jelasnya.

Berdasarkan rekap usulan pada aplikasi  E-Planning dan Rembugan Jateng, ada 27.808 usulan perencanaan pembangunan untuk tahun 2022. Usulan tersebut terdiri dari usulan bantuan Musrenbang Kabupaten/kota sebanyak 3.666 kegiatan dengan nilai Rp 8,271 trilyun.

Kemudian sektoral kabupaten/kota sebanyak 1.914 kegiatan dengan nilai Rp 8,439 trilyun, reses sebanyak 21.195 kegiatan dengan nilai Rp 4,509 trilyun, Musrenbang desa sebanyak 58 kegiatan dengan nilai Rp 43, 13 milyar, dan usulan lainnya dari masyarakat sebanyak 975 kegiatan senilai Rp 10,451 trilyun.

“Jumlah ini dimungkinkan masih dapat bertambah meningat batas waktu penyampaian masukan dan usulan dibuka hingga 15 April 2021”, tambahnya.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengapresiasi semangat masyarakat untuk terlibat dalam perencanaan pembangunan. Hal ini terbukti dari banyaknya usulan/masukan yang disampaikan meski hanya dibuka secara virtual. Namun mengingat angka usulan tersebut melebihi kapasitas anggaran, maka akan dilaksanakan berdasarkan skala prioritas.

Seluruh usulan dan masukan dari masyarakat, lanjut Ganjar, harus tercatat dalam sistem agar transparan. Selain itu argumentasi dan data yang disampaikan harus sesuai, dan verivikasi harus dilakukan terhadap setiap usulan tersebut.

“Verifikasi harus dilakukan. Sehingga tidak ada lagi cerita dimasukkan secara paksa dan menjadi data siluman. Tidak ada lagi cerita semacam itu, semua harus transparan”, tegasnya.

Pada kesempatan ini Ganjar juga memberikan penghargaan kepada kabupaten/kota yang dinilai berhasil dalam pembangunan daerah. Untuk kategori kabupaten, peringkat pertama diraih Kabupaten Pati, disusul Banyumas dan Pekalongan. Sedangkan kategori kota, posisi pertama diraih Kota Semarang, disusul Kota Surakarta dan Kota Magelang.(dn/kominfo)

Dony R Bintoro

DISKOMINFO REPORTER TEAM