You are currently viewing Pemprov Jateng Siapkan Rp 1 Trilyun untuk Sekolah Gratis

Pemprov Jateng Siapkan Rp 1 Trilyun untuk Sekolah Gratis

CILACAP – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 1 trilyun mulai tahun 2020. Anggaran tersebut rencananya digunakan untuk membiayai pendidikan siswa tingkat SMA sederajat yang berasal dari kalangan tidak mampu.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah, melalui sambutan yang dibacakan Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, pada upacara peringatan HUT ke – 69 Provinsi Jawa Tengah tingkat Kabupaten Cilacap, yang digelar di Lapangan Jati Persada Kecamatan Cilacap Tengah, Kamis (15/8/2019).

Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, unsur Forkopimda, kepala dan perwakilan OPD jajaran Pemkab Cilacap, serta sejumlah undangan. Sedangkan Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji bertindak sebagai inspektur upacara.

Dalam sambutan yang dibacakan Bupati, Gubernur menceritakan kisah salah satu siswa baru di SMK Negeri Jawa Tengah bernama Fajar Jaka Surya dari Petarukan, Pemalang. Fajar yang berasal dari keluarga kurang mampu merasa beruntung dapat meneruskan sekolah, dengan dukungan biaya pemerintah.

Atas dorongan ibundanya, Fajar memberanikan diri mengirimkan surat kepada Gubernur untuk mengucapkan terimakasih. Oleh karena itu, Pemprov Jateng akan berupaya menambah jumlah sekolah gratis untuk membantu meringankan beban masyarakat miskin di bidang pendidikan.

Disebutkan pula, sejauh ini Pemprov Jateng telah mencatatkan sejumlah pencapaian. Antara lain angka kemiskinan pada Maret 2014 hingga Maret 2019, telah turun sebanyak 1.093.220 orang berdasarkan data BPS. Pencapaian lainnya peningkatan Bandara Ahmad Yani, dan pemberian insentif kepada guru mengaji.

Namun diakui masih banyak PR yang harus diselesaikan. Sebab pembangunan bersifat fisik relatif mudah dilakukan, dibanding membangun karakter manusia. Oleh karena itu Pemprov Jateng terus mengencarkan reformasi birokrasi, dimana antikorupsi tidak sekedar menjadi jargon, tetapi harus dirawat menjadi sebuah budaya.

Berbahasa Jawa

Upacara kali ini berbeda dengan lazimnya, karena dilaksanakan dalam Bahasa Jawa. Hal ini sesuai edaran Gubernur Jateng Nomor 430/9525 tentang Penggunaan Bahasa Jawa untuk Komunikasi Lisan di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah, yang mengharuskan bahasa Jawa dalam komunikasi lisan.

Penggunaan Bahasa Jawa diatur dalam Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 55 Tahun 2014, tentang Perubahan atas Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 57 Tahun 2013 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 9 Tahun 2012 tentang Bahasa, Sastra, dan Aksara Jawa.

Dalam peraturan tersebut Bahasa Jawa tidak hanya digunakan dalam komunikasi dan edukasi di masyarakat. Misalnya khotbah keagamaan, rapat-rapat RT/RW dan sebagainya, tapi juga digunakan di lingkungan kerja instansi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan pemerintah kabupaten/ kota, serta instansi lain yang ada di Jawa Tengah pada situasi tidak resmi.(dn/kominfo)

Foto : Dari kiri, Kepala BPN Kabupaten Cilacap Yuli Mardiono berbincang dengan Bupati Tatto S. Pamuji saat peringatan HUT ke – 69 Provinsi Jawa Tengah. Di sebelahnya Danlanal Cilacap, Kol. Laut (P) Adi Lumaksana bersama Wakil Bupati Syamsul Auliya Rachman.

Leave a Reply