Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional 2021 Akan Digelar di Cilacap
Kepala Pelaksana Harian BPBD Cilacap, Tri Komara (Tengah) memimpin Rapat Persiapan HKB Nasional Tahun 2021.

Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional 2021 Akan Digelar di Cilacap

CILACAP – Kabupaten Cilacap akan menjadi tuan rumah peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKB) ke – 14 Tahun 2021. Rencananya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen. TNI Doni Monardo dijadwalkan hadir pada peringatan yang jatuh pada 26 April ini.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Tri Komara Sidhy Wijayanto menjelaskan, peringatan HKB Nasional akan diisi simulasi mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami pada dua desa dan lima kelurahan.

Yakni Desa Bunton dan Gombolharjo Kecamatan Adipala. Kemudian Kelurahan Cilacap, Tegalkamulyan, dan Tambakreja Kecamatan Cilacap Selatan, dan Kelurahan Gunungsimping dan Donan Kecamatan Cilacap Tengah.

“Simulasi gempa bumi dan tsunami akan dilaksanakan pada tanggal 26 April 2021 secara serentak mulai pukul 10.00 WIB. Pada saat itu kita juga akan melakukan uji coba tsunami early warning system (TEWS) di sepanjang pantai Cilacap”, kata Tri Komara dalam Rapat Persiapan HKB Nasional 2021 di BPBD Cilacap, Senin (12/4/2021).

Tidak hanya dua desa dan lima kelurahan, masing-masing OPD/instansi di Kabupaten Cilacap juga diminta menyelenggarakan simulasi mitigasi bencana di lingkungan masing-masing. Mengingat kegiatan ini berlangsung di tengah pandemi Covid-19, pelaksanaan harus tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Tri Komara menjelaskan, sebagai salah satu daerah dengan tingkat kerawanan bencana tertinggi di Indonesia, simulasi kebencanaan penting dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat dan pemangku kepentingan dalam menghadapi risiko bencana.

Selain itu, juga untuk meningkatkan partisipasi dan membangun budaya gotong royong, kerelawanan, serta kedermawanan para pemangku kepentingan baik di tingkat pusat maupun daerah. Dalam simulasi tersebut, masyarakat diarahkan untuk melakukan evakuasi mandiri dan mengetahui tempat evakuasi sementara (TES) terdekat di lingkungan masing-masing.

“Evakuasi mandiri penting, tetapi jangan sampai melupakan keluarga. Ketika terjadi bencana, upayakan kita mengetahui upaya penyelamatan mandiri agar tidak jatuh korban”, tambahnya.

Untuk wilayah Kota Cilacap sendiri, ada 45 shelter evakuasi vertikal yang telah menjalin kerjasama dengan BPBD Cilacap sejak 2014. Struktur bangunan shelter tersebut telah dikaji oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sebelum dinyatakan layak menjadi tempat evakuasi sementara.(dn/kominfo)

Dony R Bintoro

DISKOMINFO REPORTER TEAM