Pertahankan Produksi Padi 2019, Dispertan Dorong GPOT

Pertahankan Produksi Padi 2019, Dispertan Dorong GPOT

MAOS, Cilacap – Guna mempertahankan produksi padi tahun 2019, Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap mengadakan Gerakan Percepatan Olah Tanah (GPOT) dan semai padi varietas umur pendek. Kegiatan dilaksanakan di Daerah Irigasi (DI) Serayu yang telah mendapat pasokan air.

Pencanangan GPOT dilakukan di Desa Panisihan, Kecamatan Maos oleh Wakil Bupati Syamsul Auliya Rachman, didampingi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Supriyanto, Rabu (25/9/2019). Tujuannya untuk mendukung Luas Tambah Tanam (LTT) bulan September 2019.

Pencanangan dilakukan secara simbolis dengan pengoperasian traktor tangan untuk pengolah tanah, penyemaian benih padi di lahan persawahan milik anggota Kelompok Tani Sri Tani Desa Panisihan, serta penyerahan bantuan benih dan peralatan pertanian.

Beberapa desa yang didorong untuk GPOT antara lain Desa Maos Kidul, Maos Lor, Glempang, Panisihan, Karangtengah, Sampang, Pucung Kidul, Alangamba, Binangun, dan Pasuruhan. Pemkab Cilacap juga menyalurkan bantuan benih padi dari Kementerian Pertanian serta sarana pendukung lainnya.

“GPOT bertujuan untuk mendukung LTT bulan September 2019, agar petani dapat menanam dan panen lebih awal sehingga dapat menikmati harga jual yang baik”, kata Supriyanto.

Disebutkan, pada masa tanam (MT) I tahun 2019, Kabupaten Cilacap mendapatkan alokasi bantuan benih padi Inbrida untuk lahan tanam seluas 28.876 hektar dari APBN Dirjen Tanaman Pangan. Untuk DI Serayu sendiri, luasannya mencapai 1.226 hektar, dan 125 hektar di antaranya berada di Desa Panisihan.

Sejatinya, GPOT dilakukan untuk menjaga produksi padi di Kabupaten Cilacap tahun 2019. Sebab pada MT 3, sekitar 16 ribuan hektar lahan tanam padi di DI Serayu tidak bisa ditanami karena terdampak kemarau dan pengeringan jaringan irigasi sejak 1 Juli sampai 15 September 2019.

Sementara itu dengan GPOT, Wakil Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman berharap petani masih dapat memanen padi paling lambat bulan Januari 2020. Bantuan benih dan peralatan lainnya juga diharapkan mendukung produktivitas dan kualitas hasil tani di Kabupaten Cilacap.

Sebagai informasi, Cilacap merupakan salah satu kabupaten penghasil padi terbesar di Jawa Tengah. Pada tahun 2018, produksi gabah kering giling (GKG) di Kabupaten Cilacap mencapai 901,1 ribu ton. Setelah dikurangi konsumsi masyarakat, masih terdapat surplus sebanyak 384,4 ribu ton beras.(*)

Foto : Dari kanan, Wabup Syamsul Auliya Rachman, Kepala Dispertan Cilacap Supriyanto, dan Babinsa Desa Panisihan mengoperasikan traktor tangan dalam pencanangan GPOT di Desa Panisihan Kecamatan Maos, Rabu (25/9/2019).

Artikel serupa telah terbit di harian Banyumas Expres edisi Kamis, 26 September 2019.

image_pdfimage_print

Leave a Reply