Peternak Sapi Didorong Ikut Program Asuransi Ternak

Peternak Sapi Didorong Ikut Program Asuransi Ternak

CILACAP – Para peternak sapi dan kerbau di Kabupaten Cilacap didorong untuk mengikuti Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau (AUTS/K). Program dari Kementerian Pertanian ini dinilai sangat bermanfaat untuk memberikan perlindungan pada usaha ternak sapi, terutama sapi betina produktif.

“Jadi apabila ternaknya sakit, hilang karena dicuri, atau mati maka bisa dicover asuransi,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Supriyanto beberapa waktu lalu.

Dijelaskan, sapi dan kerbau yang diasuransikan akan mendapat klaim sebesar Rp 10.000.000 apabila hilang karena dicuri, atau mati akibat penyakit, beranak, atau kecelakaan. Nantinya klaim tersebut dapat dimanfaatkan peternak untuk membeli sapi indukan kembali.

Untuk mengikuti program AUTS/K, petani hanya perlu membayar premi senilai Rp 200.000 per tahun. Premi tersebut merupakan prosentase 2 % dari total nilai klaim senilai Rp 10.000.000. Namun pemerintah melalui APBN memberi subsidi sebesar 80 % atau Rp 160.000 per tahun.

“Sehingga peternak hanya membayar yang 20 % atau Rp 40.000 per tahun untuk premu swadaya atau edukasi. Dengan sebagian premi ditanggung pemerintah, sebenarnya tidak memberatkan peternak”, tambahnya.

Menurut Supriyanto, kesadaran peternak untuk mengasuransikan ternaknya masih rendah. Padahal kepemilikan sapi di Kabupaten Cilacap cukup tinggi. Kasi Pembiayaan dan Investasi pada Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Endah Tri Wahyuni menjelaskan hingga 29 Oktober 2019 ada 155 ekor sapi yang terlindungi asuransi.

Sapi-sapi tersebut merupakan milik dari 143 peternak , dan sampai saat ini belum ada pengajuan klaim dari peternak. Meski demikian, jumlah ini meningkat dibanding tahun 2017 di mana kepesertaan asuransi sapi sebanyak 58 ekor, dengan pengajuan klaim sebanyak tujuh ekor.(*)

Foto : Ilustrasi

Artikel serupa telah tayang di harian Banyumas Express edisi Rabu, 30 Oktober 2019.

Jumlah Pengunjung : 239
image_pdfimage_print

Leave a Reply