You are currently viewing Pimpin Upacara Hari Pendidikan Nasional, Bupati Dukung Program Merdeka Belajar

Pimpin Upacara Hari Pendidikan Nasional, Bupati Dukung Program Merdeka Belajar

CILACAP – Dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada 2 Mei, Pemerintah Kabupaten Cilacap menggelar Upacara di halaman Pendopo Wijayakusuma Cakti Cilacap, Jumat (13/5/2022). Bupati bertindak sebagai Inspektur Upacara.

Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap Awaluddin Muuri, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten CIlacap Sadmoko Danardono, unsur PGRI Cilacap, Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI), Mahasiswa Politeknik Negeri Cilacap, Mahasiswa Universitas Al Irsyad Cilacap, Mahasiswa Akademi Militer Nusantara (AMN) Cilacap, perwakilan siswa tingkat SD sampai SMA.

Melalui sambutannya, Bupati mendukung penuh program Merdeka Belajar yang dicanangkkan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Di tahun ketiga, kurikulum program ini sudah diterapkan di lebih dari 140 ribu satuan pendidikan di Indonesia. Program yang awalnya dibuat untuk menghadapi situasi Covid-19 ternyata memperoleh hasil yang baik. Selain efektif dan efisien, cara belajar mengajar dalam program ini dinilai lebih menyenangkan.

DSC 3563

“Kita harus mempersiapkan generasi muda, karena kalau negara ingin hancur yang pertama dilemahkan adalah pendidikannya. Maka untuk menjadi negara yang baik, pendidikan dan kesehatan harus diperhatikan. Kita siapkan anak-anak kedepan menjadi anak-anak yang mempunyai talenta, berakhlak dan berkarakter, itu menjadi tugas kita bersama”, tambah Bupati.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap, Sadmoko Danardono pada tahun ajaran baru, pembelajaran tatap muka bisa berjalan 100 persen. Sehingga kurikulum Merdeka Belajar bisa diterapkan di seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Cilacap.

“Mudah-mudahan kurikulum yang baru ini memberikan kesempatan dan peluang kepada seluruh satuan pendidikan terutama murid-murid untuk dapat belajar dengan lebih kreatif, inovatif, dinamis, termasuk agar guru-gurunya tidak monoton sehingga murid-murid bisa senang menerima pelajarannya. Tujuan akhir kurikulum ini yaitu terwujudnya profil Pelajar Pancasila, yaitu pelajar yang kepribadiannya menjiwai nilai-nilai Pancasila”, ungkapnya.(pnk/dn/kominfo)

Dony R Bintoro

DISKOMINFO REPORTER TEAM