You are currently viewing Prevalensi Stunting di Cilacap Naik 0,9 Persen

Prevalensi Stunting di Cilacap Naik 0,9 Persen

CILACAP – Kabupaten Cilacap menghadapi tantangan dalam upaya penurunan stunting. Berdasarkan hasil survei kesehatan terbaru yang dirilis oleh pemerintah pusat, prevalensi stunting di Cilacap mengalami kenaikan dari 17,6% pada tahun 2023 menjadi 18,5% di tahun 2024, menandakan peningkatan sebesar 0,9%. Kenaikan ini menjadi fokus utama dalam Diseminasi Audit Kasus Stunting (AKS) dan Penyusunan Laporan Semester 1 yang berlangsung di Aula RSUD Cilacap.

Kegiatan ini merujuk pada hasil audit kasus stunting yang telah diverifikasi dan divalidasi pada 30 Mei 2024 di Desa Mulyadadi dan Mekarsari Cipari. Asisten Pemerintahan dan Kesra, Jarot Prasojo yang hadir membuka acara mewakili Pj. Sekda menegaskan bahwa kenaikan angka prevalensi stunting tidak seharusnya menjadi bahan perdebatan.

“Yang terpenting tentunya harus menjadi catatan dan evaluasi kita bersama untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi agar angka prevalensi stunting dapat segera dituntaskan dengan target yang ditetapkan oleh Perpres nomor 72 tahun 2021, yaitu percepatan penurunan standar sebesar 14% pada 2024,” jelasnya.

IMG 20240614 WA0003

Jarot menekankan agar semua lini harus bekerja sama untuk melakukan percepatan penurunan stunting. Plt. Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pramesti Griana Dewi, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui penyebab risiko terjadinya stunting pada kelompok sasaran tertentu dan menganalisis faktor risiko.

“Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi penanganan kasus dan perbaikan tatalaksana kasus stunting, serta melakukan pemantauan dan evaluasi rencana tindak lanjut”, jelasnya.

Kegiatan ini diikuti OPD pengampu stunting, Camat di lokus stunting, kades dan kepala puskesmas, ahli gizi, koordinator PKB, dan Bidan Desa di lokus stunting. Hadir pula perwakilan CSR perusahaan, dan BUMD. Narasumber kegiatan adalah tim pakar yang terdiri dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi, ahli gizi, dan psikolog. Kegiatan ini memaparkan hasil audit dan rencana strategis untuk menindaklanjuti temuan tersebut.(dn/Kominfo)

Dony R Bintoro

DISKOMINFO REPORTER TEAM