Tingkatkan Produktivitas Padi Cilacap, Suplemen Pupuk Cair Jadi Alternatif
Bupati Cilacap H. Tatto Suwarto Pamuji dan Anggota DPR RI, Tetty Rohatiningsih mengapresiasi produksi beras hasil panen petani Kecamatan Maos dengan penggunaan Suplement pupuk cair pengganti urea. (28/07)

Tingkatkan Produktivitas Padi Cilacap, Suplemen Pupuk Cair Jadi Alternatif

CILACAP – Program Bangga Bangun Desa yang dicanangkan pemerintah Kabupaten Cilacap, khususnya pada pilar ekonomi dan lingkungan sosial budaya dirasakan tetap berjalan seperti biasanya, meski di tengah pandemic COVID-19. Pasalnya, kegiatan usaha tani produktif terutama pada subsector pertanian tanaman pangan padi di Kabupaten Cilacap menunjukkan hasil yang cukup memuaskan.

Hal tersebut terungkap, saat Kunjungan Kerja Bupati Cilacap H. Tatto Suwarto Pamuji dan Anggota DPR RI, Tetty Rohatiningsih di Balai Desa Maos Kidul. Bupati Cilacap H. Tatto Suwarto Pamuji dalam sambutannya menyatakan

Cilacap yang maju itu ditandai dengan masyarakatnya yang maju sejahtera dan tidak tergantung dari daerah lain. “Artinya apa, kita tidak ketergantungan daerah lain, karena hasil pertanian kita masih sesuai kebutuhan dan kira masih tetap makan dan  sehat.” jelas Bupati Tatto.

Produktivitas padi Cilacap yang mencukupi, menurut Bupati Tatto, dihasilkan oleh petani yang sehat, karena di tengah Pandemi COVID-19 petani terbiasa dengan berjemur, ketika beraktivitas di sawah, seperti mencangkul, penyiangan, dan panen.

Baca juga : Pertahankan Produktivitas Padi Cilacap 2019, Dispertan Dorong GPOT

“Dengan seperti ini kita dapat vitamin D dari sinar matahari, kuat dan tetap imun dengan hasil panen yang tinggi, sehingga petani makmur jaya”,  tambahnya.

Penggunaan supplement organik cair atau pupuk cair pengganti urea ini membuat produktivitas padi Cilacap khususnya Kecamatan Maos mengalami surplus, karena dalam satu hektar dapat menghasilkan 8 ton, tidak seperti menggunakan pupuk urea yang menghasilan 6 ton per satu hektarnya.

Namun Bupati juga meminta Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap untuk turun tangan serta membawa, mengawasi, membimbing para petani untuk memajukan sektor pertanian di Kabupaten Cilacap, sehingga tidak ada masyarakat yang kekurangan pangan.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama Anggota DPR RI, Tetty Rohatiningsih menyatakan, pengolahan tanah tetap harus diberdayakan. Karena penggunaan  pupuk kimiawi, seperti urea terus menerus  akan berakibat kurang baik bagi kesuburan tanah dalam jangka waktu yang panjang.  Karenanya penggunaan suplement hayati dapat menjadi alternatif pilihan untuk peningkatan produktivitas padi Cilacap dan menggerakan ketahanan pangan di Kabupaten Cilacap.(agnes/agd/kominfo)

Jumlah Pengunjung : 41
image_pdfimage_print

Dony R Bintoro

DISKOMINFO REPORTER TEAM