Terkait Corona, 37 Jiwa di Cilacap Masuk Daftar ODP
Bupati Tatto Suwarto Pamuji (tengah) bersama Wabup Syamsul Auliya Rachman dan Sekda Farid Ma'ruf saat persiapan teleconverence bersama Gubernur Jateng terkait penanganan virus Corona di wilayah Jawa Tengah.

Terkait Corona, 37 Jiwa di Cilacap Masuk Daftar ODP

CILACAP – Sejak Januari hingga Maret 2020, sebanyak 37 jiwa masuk daftar orang dalam pemantauan terkait mewabahnya virus Corona (n-Covid 2019). 32 orang diantaranya kini telah dinyatakan aman dan 5 lainnya masih terus dipantau.

Dari 5 orang dalam pemantauan (ODP) tersebut, 3 pasien diantaranya telah dinyatakan negatif dan 2 pasien masih menunggu hasil laboratorium. Hal itu disampaikan Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji dalam teleconverence bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan 34 Bupati/Walikota se-Jawa Tengah, Selasa (17/3).

Seperti dilansir Humas Setda Pemkab Cilacap, Bupati menjelaskan pihaknya sudah menyelenggarakan rapat koordinasi dengan jajaran Forkopimda dan membentuk gugus tugas percepatan penanganan Corona. Serta menerbitkan surat edaran Bupati tentang penanganan Corona.

“Kami juga mengaktifkan posko sampai Puskesmas dan membentuk call center serta melakukan deteksi dini tindaklanjutnya,” jelas Bupati.

Beberapa arahan Gubernur juga telah dilaksanakan di Kabupaten Cilacap dan beberapa kegiatan dalam rangka hari jadi ke 164 ditiadakan termasuk Car free day. Para guru diminta memantau siswanya melalui wali murid sehubungan dengan diliburkannya sekolah.

Teleconverence yang dipimpin Gubernur Jateng membahas kesiapsiagaan menghadapi infeksi virus Corona di Provinsi Jawa Tengah. Tujuannya untuk mendapatkan informasi terkait antisipasi dan penanganan di setiap wilayah.

Pada kesempatan tersebut dikemukakan pula langkah-langkah yang harus segera ditindaklanjuti dimasing-masing pemerintah kabupaten/kota, yaitu :

  1. Sosialisasi bahaya Corona kepada masyarakat;
  2. Mengajak warga untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat;
  3. Mengurangi kerumunan;
  4. Menyediakan tempat pemeriksaan gratis;
  5. Meliburkan siswa sekolah untuk belajar dirumah selama 14 hari;
  6. Menyiapkan skenario untuk bekerja dari rumah bagi ASN;
  7. Menyiapkan bantuan logistik untuk warga;
  8. Mendorong kepada warga masyarakat untuk berdiam diri di rumah;
  9. Menginventarisir kebutuhan masing-masing rumah sakit;
  10. Menyiapkan anggaran untuk antisipasi kedaruratan.
Jumlah Pengunjung : 1001
image_pdfimage_print

Dony R Bintoro

DISKOMINFO REPORTER TEAM

Leave a Reply