You are currently viewing Wabup : Teladani Pesan dari “Bang Napi”

Wabup : Teladani Pesan dari “Bang Napi”

CILACAP – Wakil Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman mengajak segenap anggota KORPRI Kabupaten Cilacap untuk meneladani pesan ‘Bang Napi’, tokoh fiktif yang populer melalui sebuah program tayangan berita kriminal di salah satu stasiun televisi swasta.

Hal itu disampaikan Wabup pada acara Pengajian dalam Rangka HUT ke – 48 KORPRI Tingkat Kabupaten Cilacap Tahun 1441 H/2019 bersama pembicara KH. Sahlan Nasir, SH, di Gedung Graha Pemuda Bercahaya, Jalan Jenderal Sudirman Cilacap, Senin (25/11/2019).

Adapun pesan yang disampaikan yakni, kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat pelaku tetapi juga karena kesempatan. Dalam forum ini, Wakil Bupati mempertegas paradigma tersebut karena kejahatan maupun penyalahgunaan wewenang bisa diawali dari kesempatan sehingga memunculkan niat jahat.

“Korupsi, itu biasanya berawal dari perencanaan. BPK menyampaikan bahwa 70 % penyalahgunaan wewenang jabatan diawali dari perencanaan dan sudah diniatkan korupsi, baik mark up dan sebagainya”, kata Wabup.

Wakil Bupati menjelaskan, berbagai aturan untuk mencegah penyalahgunaan dan korupsi di Indonesia cukup kompleks. Meski demikian, masih ada oknum berkepribadian lemah dan culas sehingga mudah tergoda dan memanfaatkan peluang penyalahgunaan wewenang sekecil apapun.

“Oleh karena itu melalui pengajian ini mari kita manfaatkan untuk  mempertebal iman kita agar tyidak mudah tergoda kesempatan-kesempatan untuk berbuat yang tidak baik”, tambah Wabup.

Pesan khusus juga disampaikan kepada kepala bagian dan OPD di jajaran pemerintahan Kabupaten Cilacap. Sebagai pembina KORPI di instasi masing-masing, pimpinan diminta memberikan teladan yang di mulai dari diri sendiri, untuk meningkatkan integritas anggota KORPI.

Hal senada juga disampaikan oleh KH. Sahlan Nasir dalam tausiyahnya. Menurut dia, ada empat pilar yang mendukung terbentuknya masyarakat madani. Yaitu ilmu agama dari para ulama, kebijaksanaan pimpinan daerah, kearifan dan kemurahan dermawan, dan kesabaran masyarakat miskin.

“Dalam hal ini, pimpinan juga tidak boleh anti kritik. Pimpinan harus mau menerima masukan dari bawahannya. Sehingga pemerintahan berjalan secara selaras dan harmonis”, tegasnya.(gs/kominfo)

Foto : Wakil Bupati Syamsul Auliya Rachman mengingatkan anggota KORPRI berpegang pada integritas dan prinsip-prinsip kejujuran.

[pvcp_1]

Leave a Reply